Welcome Home, Rain by Suarcani

justaveragereader.blogspot.com

Ebook Gramedia Digital, 308 pages
Published by Gramedia Pustaka Utama, October 16, 2017
Rating 3,5/5

Pernah begitu benci pada satu lagu? Saya sih belum pernah. Tapi ada beberapa lagu yang ketika tidak sengaja terdengar dari radio, atau dari playlist random, terasa ada yang menyengat di dada. Terowongan waktu seakan terbuka di depan mata, dan kenangan yang dulu manis, terasa pahit saat ini. Hikssss

Ghi, penyanyi pendatang baru tiba-tiba menjadi begitu benci dengan lagu Welcome Home, Rain. Lagu itu membuatnya tersiksa dengan kenangan manis dengan seorang gadis yang tiba-tiba berubah. Tapi saat ini, dia terpaksa harus menyanyikan lagu itu kembali, bahkan berduet dengan gadis yang begitu ia hindari demi image bagi fans dan haters-nya, sekedar menunjukkan bahwa dia sudah move on.

Kei, gadis kurus nan polos, pecinta piano, tiba-tiba harus mengubur impiannya menjadi penyanyi dan menyimpan rapat-rapat kecintaannya pada piano dan bernyanyi karena skandal selingkuh yang dihembuskan media. Tidak hanya itu, ia juga harus bersembunyi dari Ghi, laki-laki yang pernah memberi warna-warni pada hari-harinya.

Ada cukup banyak isu yang disentuh novel young adult ini. Selain dunia entertainment yang keras, juga mental disorder dan penyimpangan seksual. Dunia entertainment memang tidak selalu manis dan ramah, terutama bagi pendatang baru. Mulut-mulut para netijen, baik yang pernah mengenyam bangku sekolah atau tidak, semua bagai mata pedang, memabukkan atau mematikan. Bagi Kei, entertainment begitu mematikan hingga ia harus mematikan mimpi dan ambisinya. Bagi Ghi, entertainment yang sedang memujanya, tentu saja dunia itu begitu memabukkan meski terkadang rasa mabuk yang mematikan.

Kita tidak pernah bisa memilih dari rahim siapa kita dilahirkan. Termasuk Kei. Bagi Mamanya, Kei tak lebih dari si anak haram,  anak Cina, anak pemberontak yang tak mau mendengar kata Mamanya. Kebangkrutan perusahaan Papa Kei membuat mental sang Mama labil. Dengan pikiran pendek demi kembali menjadi kaya, sang Mama rela menawarkan Kei pada bos-bos kaya. Bencikah Kei pada sang Mama? Jika dia adalah orangtuamu satu-satunya, engkau mungkin harus menekan emosimu.

Untuk isu penyimpangan seksual disini, memang tidak terlalu gamblang. Namun yang sedikit itu, tetap menyisakan keharuan yang mendalam.

Jika jalan ceritanya sangat menarik,  sayangnya, dari sekian karakter, saya tidak bisa bersimpati pada dua karakter utama. Saya sebal dan geregetan dengan Kei yang pasrah. Saya juga pengen menjebret kepala Ghi hingga bolong demi menyadarkannya. Ghi ini tipikal cowok sinetron atau film Bollywood yang mendewakan emosi tanpa mendengar penjelasan. Sementara Kei tipikal cewek super baik yang pasrah dengan segala tuduhan yang ditujukan pada dirinya. Jika mereka berdua ada di depan saya, sudah pasti saya memilih teman lain daripada geregetan wakakakak... Untungnya ada sosok Soraya yang lumayan bisa mengimbangi keduanya. That's what a side character is for, right? 😉😉😉

Overall, saya cukup puas dengan ending-nya,  meski saya menunggu plot twist yang bikin ngga bisa tidur, misalnya si om yang mengawini mama Kei, atau si om ternyata saking tulusnya sama Kei hingga membuat Ghi mundur dan menyerahkan Kei yang ia cintai demi masa depan yang lebih cerah hihihi.... Lah, ini semacam fan fiction kali ya? 😅😅😅 Ohya, saking seringnya saya membaca manga yang kemudian rilis live Action-nya, saya jadi membayangkan jika novel ini jadi film, saya pengen liat Kei memainkan pianonya. She's a kind of prodigy,  right, karena ia tidak pernah mengenyam permainan piano secara formal,  hanya sang Papa yang mengajarinya. Tapi, kayaknya saya sudah puas dengan novelnya saja deh 😁😄😄

Share this post:

Related Posts

Comments are closed.

View My Stats