Ulasan Buku: Ya, Aku Lari! + Giveaway

Judul : Ya, Aku Lari!
Pengarang : Hasan Aspahani
Penerbit: DIVAPress
Tahun : 2018
Dibaca : 15 Desember 2018
Rating : ★★★

Mengetahui pengarang adalah penyair yang melalui karyanya mendapat gelar buku puisi terbaik Anugerah Hari Puisi dan Yayasan Hari Puisi tahun lalu, aku antusias dengan karya novel Hasan. Sebuah pertanyaan selalu mengemuka tentang hal itu: Kenapa pada akhirnya sang penyair yang biasanya menciptakan puisi lantas menelurkan novel? Namun, sebenarnya Hasan tidak bisa diberikan pertanyaan seperti itu. Ditilik dari bibliografinya, walaupun ia seorang penyair dengan menelurkan beberapa buku kumpulan puisi, ia juga pernah merilis sebuah buku biografi berjudul “Chairil” yang mengupas sosok Chairil Anwar. Mengingat belum membaca satu pun karyanya, aku coba melahap “Ya, Aku Lari” ini tanpa ekspektasi apa pun. Tiada garam, tiada merica, tiada saus tomat maupun kecap manis. Aku baca saja.

“Ya, Aku Lari!” berkisah tentang seorang narapidana yang baru keluar dari penjara bernama Mat Kid yang memiliki masa lalu kelam dan ingin mengenyahkannya. Ia berupaya untuk memperbaiki diri dengan mengajak anak gadisnya, Alta, hadir kembali ke kehidupannya. Tentu saja masa lalu akan selalu menempel di kening sejauh apa pun Mat Kid beranjak dan sebesar apa pun tekadnya ingin meninggalkannya. Suatu ketika Alta hampir menjadi korban penembakan di kafe tempatnya bekerja. Usut demi usut, ternyata “kawan lama” Mat Kid-lah yang berulah atas kejadian itu. Kewalahan, Mat Kid merasa harus mengenyahkan masa lalunya itu.

Kisah bukan hanya berpusat pada Mat Kid, hadir pula seorang remaja-menuju-dewasa bernama Barbar. Ia barista di sebuah kedai kopi yang juga tempat Alta bekerja. Barbar cuma nama panggilan—ia suka memutar lagu-lagu band rock legendaris God Bless yang dipunggawai oleh Ahmad Albar. Barbar kerap meracik hidangan kopi baru dengan komposisi berbeda dari jenis-jenis kopi yang ada dan menamainya sesuai dengan komentar dari si pencicip hidangan kopi barunya itu. Seperti Kopi Penjara yang dikomentari Mat Kid “seperti berada di gerbang penjara ketika saya pertama kali keluar setelah bertahun-tahun menjalani hukuman.”

Edited by Me

Barbar memiliki porsi yang dihitung-hitung setara dengan Mat Kid dalam “Ya, Aku Lari!”. Dan tentu saja, kehadiran karakter Barbar menjadi pemanis dalam kisah. Pembaca akan tahu hubungan apa yang terjadi antara Barbar dan Alta.

Mengamati jalan ceritanya, sepertinya sulit bagi Hasan untuk membuat alurnya berjalan mulus. Ketika mencoba menikmati narasi yang disajikan, aku selalu diganggu dengan sajian narasi lain atau penjedaan bab. Itu seperti ketika sedang lahap makan hidangan tetapi lantas terinterupsi oleh pelayan yang menawarkan makanan lain atau sekadar mengisi ulang minuman di gelas yang hampir habis. Ada juga bab-bab dengan beberapa paragraf yang lebih panjang dan menarasikan kisah-kisah masa lalu—baik Mat Kid maupun Barbar—yang seperti memberi kesan sebagai pengalih perhatian dari jalan cerita utama. Sayangnya, kisah pengalih perhatian di sini lebih menarik ketimbang kisah utamanya dan itu membuat pembaca malah lebih tertarik pada kisah pengalih perhatian. Hal tersebut yang harus diperhatikan baik-baik oleh pengarang untuk jalan cerita utama tidak diganggu oleh cerita tambahan.

Menilik gaya penceritaan Hasan dalam “Ya, Aku Lari!”, aku tidak menemukan tanda-tanda kepenyairannya—satu hal yang aku pikir menarik karena seorang penyair kerap kali menyertakan puisi atau diksi puitis dalam karya novelnya. Hasan tidak. Secara keseluruhan, tuturan kisah yang dibawakannya betul-betul naratif dan enak untuk diikuti. Aku yakin bila dipoles sedikit lagi dan ditambahkan bagian-bagian yang seperti terpatah-patah, karya ini akan menjadi karya yang lengkap dan mungkin bisa menjadi bekal bagi Hasan untuk meraih penghargaan berikutnya.


Giveaway!

Bekerja sama dengan DIVA Press, aku mendapat kesempatan untuk mengadakan giveaway lagi di blog Bibli. Kali ini, "Ya, Aku Lari!" karya Hasan Aspahani menjadi suguhan giveaway-nya. Dan beruntunglah kamu yang membuka tautan ini karena kamu memiliki kesempatan untuk mendapatkan satu kopi "Ya, Aku Lari!". Bagaimana caranya?


1. Ikuti akun Twitter @divapress01 (wajib) dan @raafian (opsional).
2. Bagikan tautan giveaway ini via akun media sosialmu dengan mention akun di atas.
3. Kamu suka kopi? Jenis kopi apa yang kamu sukai? Berikan jawaban serta penjelasanmu pada kolom komentar di bawah dengan menyertakan Akun Twitter, kota domisili, dan tautan share tweet kamu.
4. Giveaway ini berakhir pada 30 Desember 2018.
5. Pengumuman pemenang sehari setelahnya.


Semoga beruntung!


***

Update!

Berikut adalah yang beruntung mendapatkan satu kopi "Ya, Aku Lari!" karya Hasan Aspahani. Pemenang dipilih secara acak ya.

Faza Huda (@mufazahd)

Silakan kirimkan data diri (nama, alamat lengkap, kode pos, dan nomor telepon) via oughmybooks (at) gmail (dot) com. Terima kasih atas partisipasi teman-teman dan terima kasih pula kepada penerbit. Sampai jumpa pada blog tour dan giveaway Bibli selanjutnya!

Share this post:

Related Posts

Comments are closed.

View My Stats