Shiori-ko Recommendation: Hari Kartini



Selamat Hari Kartini! Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April di Indonesia ini masih identik bagaimana kaum perempuan dan wanita akhirnya bisa bersekolah. Sejak RA Kartini masih memperjuangkan hal itu hingga kini perempuan bisa sekolah dan berkarir, sayangnya anggapan bahwa perempuan adalah kaum kelas kedua masih saja langgeng. Pendidikan pada perempuan masih sering dianggap tidak penting. Slentingan yang mengatakan, "Buat apa sekolah tinggi-tinggi, nanti tetap akan menjadi ibu rumah tangga" tampaknya belum surut juga. Padahal apa yang diimpikan oleh RA Kartini lebih dari sekadar bisa bersekolah dan berkarir: memiliki kebebasan berpikir dan diperlakukan sebagaimana manusia. 


Dalam Shiori-ko Recommendation Edisi Hari Kartini, telah dipilih enam judul yang mewakili hasil pemikiran terhadap kebebasan wanita dalam mendapatkan akses terhadap pendidikan dan kesehatan.


Berkisah tentang bagaimana Malala memperjuangkan haknya untuk bersekolah ketika Taliban berkuasa di negaranya. 

Selepas peristiwa 9/11 di Amerika Serikat, seorang remaja putri berhijab harus tetap bertahan dari beragam stigma yang ia dapatkan. Termasuk, di sekolah.

Kumpulan esai tentang seorang anak perempuan keturunan biracial dalam menanggapi stereotipe yang beredar di lingkungan sekitarnya.

Adichie menuliskan secara gamblang tentang poin-poin yang harus dipahami seorang anak perempuan ketika ia dilahirkan di dunia -- sebuah satir terhadap kehidupan.

Berdasarkan sains dan ilmu pengetahuan, ternyata wanita dan pria sebenarnya punya kapasitas intelegensia yang sama. Kata siapa wanita tidak bisa berada bidang STEM?

Tulisan sederhana dan popular yang memotivasi anak-anak perempuan untuk pantang menyerah dalam mewujudkan mimpi-mimpinya. 

***

Mungkin, kamu juga punya rekomendasi lain yang masih satu tema dengan Hari Kartini? 

Share this post:

Related Posts

Comments are closed.

View My Stats