REVIEW The Power of Action

Menjadi bisa itu perlu proses. Filosofi hasil bermain layang-layang adalah jika kita berupaya untuk mencapai satu tujuan dengan seratus persen pencurahan, akan terbuka bermacam-macam cara mencapainya, sehingga tujuan itu tercapai. Sama seperti saat kita hendak menerbangkan layang-layang pertama, ternyata itu tak beda jauh dengan saat kita memulai sesuatu yang baru, semisal membangun sebuah bisnis. Satu hal yang tak bisa kita lompati adalah proses belajar terus menerus. Memulai setahap demi setahap dan tidak boleh menyerah saat terjatuh berdarah ketika menghadapi tantangan. Ketika sebuah tantangan dilewati, selalu akan ada tantangannya berikutnya.

Apa yang kita kenang dari pelajaran naik sepeda itu adalah tuntutan pada diri sendiri untuk tahan banting saat mengalami jatuh dan rasa sakit. Sama dalam kehidupan kita di masa-masa berikutnya, khususnya saat kita mulai memikirkan untuk membangun bisnis, pengalaman masa kecil selalu menguatkan kita. Dalam menjalankan bisnis, kita memang bisa saja terbuai oleh bayangan-bayangan akan keuntungan dan kesuksesan yang tiada henti. Imajinasi positif seperti itu sungguh menggairahkan dan membuat kita optimis.

Masa kecil penulis termasuk sulit. Hidup berpindah dari Pontianak kemudian ke kota kecil, membuatnya mengalami kesulitan mendapatkan akses ke buku-buku bacaan kesukaannya. Bukan berarti beliau putus asa untuk membaca. Beliau sering datang ke perpustakaan umum di Singkawang untuk menyewa bacaan di sana. Sejak duduk di bangku SD, ternyata hobi membaca beliau memang luar biasa besar. Hobi itu berlanjut hingga beliau dewasa sekarang. Selain membaca, dulu saat sekolah, beliau juga hobi menempelkan artikel-artikel di mading sekolahnya. Tak hanya itu, beliau juga hobi mengkopi dan menempel berbagai artikel dari suatu majalah, yang nantinya akan dibaca guru dan teman-temannya di sekolah. Ini kok sebelas dua belas kayak saya: suka baca, suka mading, juga suka ngumpulin artikel-artikel di koran, hahaha.. x))

Sejak kecil, penulis sebenarnya sudah menunjukkan bakatnya untuk berbisnis. Dimulai dari jualan es lilin yang kala itu sedang hits. Beliau jualan es lilin laku keras saat ada yang mengadakan pesta pernikahan. Jadi keinget, dulu om, adik ibu, masa kecilnya juga pernah jualan es lilin. Dari sini kita bisa mengambil hikmah bahwa dagangan kita berpeluang cepat habis kalau berjualan di tempat ramai. Ternyata, sesederhana itulah prinsip dagang yang digunakan oleh banyak orang sukses selama ini.

Saat menciptakan merk metalizer, penulis memikirkan bagaimana produknya terlihat beda dibandingkan produk yang lain. Kemudian, tetapkan tujuan dahulu, baru melangkah. Setelah itu, baru merekrut orang yang lebih ahli dari diri sendiri. Dan jangan lupa, sesukses apa pun kelak, tidak lupa untuk berbagi dengan yang, penulis menutup buku ini tentang pentingnya berbagi.

Keterangan Buku:

Judul                                                     : The Power of Action

Penulis                                                 : Hariato Tian

Desain sampul & ilustrasi              : M. Kautsar Sanali

Perwajahan isi                                   : Mulyono

Penerbit                                              : PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                                    : 2014

Tebal                                                     : 202 hlm.

ISBN                                                      : 978-602-03-1490-7

Share this post:

Related Posts

Comments are closed.

View My Stats