REVIEW Soulmate.com

Hidup lo kan nggak berhenti saat lo patah hati. Ada banyak jalan, kelokan, gang dalam hidup yang masih harus lo lewatin. (hlm. 45)

NADYA SAMUELLA. Editor andal majalah gaya hidup terkenal, punya karier gemilang, punya selera fashion yang nggak malu-maluin, dan memiliki mata paling indah di kawasan Sudirman. Patah hati untuk kesekian kalinya. Kali ini dengan alasan klasik, karena pacarnya merasa mereka terlalu berbeda. Pacarnya bilang, dia tak terjangkau. Cici, sahabat sekaligus rekan kerjanya selalu men-supportnya dan selalu mengingatkan jika Nadya mulai pesimis dengan kehidupannya. Cowok yang rendah diri tidak cocok buat Nadya, begitu katanya. Begitu juga saat Nadya pacaran lagi, dan kali ini ama cowok yang super protektif plus

“Kalau kamu memang ingin mengenyahkan aku dari kehidupan kamu, kalau kamu memang sudah bosan sama aku, pakai cara yang lebih keren kek. Yang lebih manusiawi. Jangan begini. Kampungan kau!” (hlm. 11)

OKA. Kerja di suatu resor, di Bali. Sebagai desainer grafis. Bertemu dengan Oka via YM, bagi Nadya seperti memberi angin segar dalam kehidupannya yang selalu tak beruntung soal percintaan. Berawal dari blog, lalu berlanjut via YM, dan akhirnya ketemuan juga di dunia nyata alias kopi darat.

Novel ini ditulis tahun 2006, yang artinya memang chat via YM adalah hal yang lumrah di kala itu. Membaca kisah Nadya dan Oka ini, sebenarnya mengingatkan akan kisah sendiri. Dulu, awal nge-blog via multiply ama wordpess kan pas zaman-zaman kuliah tuh. Nah, bisa dipastikan dulu punya blog isinya kebanyakan kehidupan masa-masa kuliah, termasuk saat proses skripsi. Siapa sangka, lewat blog, bisa ketemu dengan seseorang yang ajaibnya meski skripsinya jauh berbeda, tapi siapa sangka, teori semiotika yang kami pakai dalam skripsi bisa samaan. Hingga kami kopi darat ya istilahnya zaman itu, hahaha… Dia kebetulan ke kampus tetangga yang satu provinsi dengan kampus saya, dan saya juga enggak sengaja main ke provinsinya pun juga bertemu dengannya (kembali), di sana sempat menemukan narasumber skripsi. Ala-ala novel banget deh, disitulah mungkin muncul bunga-bunga cinta #eaaa… tapi yasudahlah, mungkin namanya belum jodoh, apalagi terhalang oleh jarak yang lumayan jauh. Jadilah nggak happy ending…hiya..hiya… x))

Rasanya pasti gemas dengan tingkah Nadya yang terkesan tampak sempurna; cantik, karir cemerlang, dan pastinya punya otak yang pintar. Di umur saya yang sekarang, pasti kezel dengan tingkah Nadya yang kayak hopeless banget buat dapetin cowok sampe segitunya. Sebelum ama Oka, pernah pacaran ama cowok posesif, tukang pukul. Untungnya Nadya masih punya sahabata yang selalu mengingatkannya bahwa hal yang ia lakukan itu adalah salah.

Kalau dulu saya baca ini pasa masih zaman kuliah, tentulah saya akan cengar-cengir karena merasakan masa-masa labil kayak Nadya, bahkan sampe merasakan apa yang dirasakan Nadya; suka lewat dunia maya. Bedanya, saya tidak sebodoh Nadya yang gampang banget terbuai oleh Oka. Ya mungkin karena Oka ini tipikalnya bikin cewek nyaman, salah satunya adalah meladeni curhatan Nadya. Jadi ya wajar banget Nadya merasa nyaman dengan Oka karena selama ini belum pernah menemukan kayak Oka. Tapi, ternyata Oka tetaplah laki-laki yang punya sisi brengsek. Ikut kezel… x))

Banyak selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Ternyata kesepian justru berteriak lebih nyaring dalam kesunyian. (hlm. 10)
  2. Ada cowok yang memang merasa insecure bila melihat pasangannya jauh lebih mapan. (hlm. 26)
  3. Siapa juga yang nggak nangis kayak gue kalau ditinggalin pacar? (hlm. 29)
  4. Sendirian aja? Ntar mellow attack loh. Orang kalo abis putus kan mendingan kumpul sama teman-teman. Jalan-jalan. Cerita-cerita. Ketawa-ketawa. (hlm. 30)]
  5. Cewek-cewek itu kan butuh pria dengan profesi menjanjikan. Cowok kayak gue mungkin cuma selingan, sekadar penambah riak kehidupan. (hlm. 34)
  6. Jangan kayak orang susah deh. (hlm. 42)
  7. Jangan suka memenjarakan diri sama standard umum ah. (hlm. 46)
  8. Elo disakitin berkali-kali dan elo cuma diam aja? Elo tu sadomasokis sama diri lo sendiri. Tau, nggak? (hlm. 56)
  9. Hidup itu lucu, ya. Kadang-kadang dia bisa membuat kita terbang setinggi-tingginya karena bahagia, tenggelam sedalam-dalamnya dalam lautan kesedihan, tapi kadang juga membuat kita tertawa terpingkal-pingkal karena selera humornya. (hlm. 140)
  10. Dijodohin itu bukan alasan untuk meligitimasi perselingkuhan. Menikah ini bukan hal suka atau tidak suka, tapi bagaimana bertanggung jawab atas pilihan yang udah lo buat. (hlm. 155)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Soulmate.com

Penulis                                 : Jessica Huwae

Foto                                       : Riesma Pawestri

Penerbit                              : PT. Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                    : Juli 2006 (Cetakan ketiga)

Tebal                                     : 224 hlm.

ISBN                                      : 979-22-2020

Share this post:

Related Posts

Comments are closed.

View My Stats