REVIEW Mata di Tanah Melus

Apalagi yang lebih baik dari seorang ibu yang menjadi sumber segala cerita? (hlm. 13)

Setelah membaca kumpulan cerpen Yang Bertahan dan Binasa Perlahan, saya mencoba kembali membaca buku tulisan Okky Madasari. Kali ini bukunya yang bertema anak-anak: Mata di Tanah Melus. Mata, ternyata adalah nama seorang anak yang berumur sekitar dua belas tahun (soalnya diceritakan baru lulus SD). Lebih lengkapnya bernama Matara. Mamanya yang seorang penulis memberi nama itu karena ia merasa ini nama yang puitis dan penuh makna. Sayangnya, tak setiap orang tahu arti nama tersebut. Mata seperti saya, punya nama yang unik, atau bisa dikatakan cukup aneh, hehehe…

“Mulai besok kan kamu libur panjang satu bulan, jadi tidak perlu dipikir dulu soal sekolahmu. Setelah itu, di mana saja kamu berada, di situlah kamu akan belajar.”

“Papa ikut?”

“Hanya kita berdua. Ini akan jadi petualangan seru kita berdua. Kita adalah Alice, kita adalah Dora. Kita penjelajah, kita petualang. Girl power! Yay!” (hlm. 24)

Ini berkisah tentang Mata dan mamanya yang setelah sekian lama tidak piknik, memutuskan untuk berlibur. Di luar eskpetas Mata, liburan mereka tidak seperti liburan yang dialami teman-temannya selama ini. Liburan yang direncanakan mama ini ibarat liburan ala Alice in Wonderland yang sering dibacanya. Mata dan mama mendarat di sebuah tempat yang lumayan terasing. Sebenarnya masih masuk wilayah Indonesia, tapi mereka rasanya serasa di dunia lain, jauh dari peradaban seperti di Jakarta yang biasa mereka tinggali.

Nantinya, Mata tidak hanya menjelajahi satu tempat. Meski Tanah Melus dan Suku Belu memang benar-benar ada di Indonesia, tapi nanti ada selipan semacam cerita ala-ala fantasi. Hal ini mengingatkan saya akan cerita petualangan Pangeran Kecil dalam buku The Little Prince yang berkelana dari planet satu ke planet lainnya. Bedanya, nanti Mata akan bertemu dengan beberapa penguasa: Ratu Kupu-kupu dan juga Dewa Buaya.

“Manusia Melus adalah orang-orang pintar. Kami bisa bicara bermacam-macam bahasa, hanya perlu sat kali saja mendengar kami sudah akan bisa bicara dalam bahasa itu dengan lancar.” (hlm. 88)

Sejujurnya sebelum membaca buku ini, saya kurang memahami tempat-tempat yang dijabarkan dalam buku ini.  Belu adalah salah kabupaten yang berada di Pulau Timor/ Nusa Tenggara Timur yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste. Luas kabupaten ini adalah 2445,6 km2. Nama Atambua berasal dari kata Ata (Hamba), Buan (Suanggi/Tukang Sihir). Menurut legenda, adanya hamba yang berani berontak dan melepaskan ikatan tangan (borgol) sehingga tidak terjual lewat pelabuhan Atapupu, dan malahan menyingkir saudagarnya. Nama kota ini kembar dengan Atapupu (pelabuhan terletak 24 km arah utara Atambua) dari kata Ata (hamba) Futu (ikat) yang berarti hamba yang diikat siap dijual.

Begitu juga dengan Gunung Lakaan yang menjadi setting di ending buku ini. Gunung yang berada di Timor ini merupakan gunung tertinggi kedua di wilayah ini dengan ketinggian sekitar 1.562 Mdpl. Di puncak gunung ini terdapat patung Bunda Maria dan patung Hati Kudus Jesus. Sedangkan di kaki sebelah timur Gunung Lakaan ini terdapat padang sabana yang datar dan luas, bernama Fulan Fehan. Konon Gunung Lakaan menjadi asal manusia pertama di Belu.

“Orang dewasa selalu tak punya jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan sederhana.” (hlm. 30)

Perpaduan cerita anak-anak ala-ala Alice in Wonderland dan The Little Prince dengan nuansa lokal yang kuat, rasanya wajib dikoleksi. Apalagi juga ada selipan unsur fantasi di dalamnya. Ini adalah serial Mata yang pertama, dan bakal ada serial kisah Mata lainnya yang akan dituliskan oleh Okky Madasari. Juara banget ilustrasi di dalamnya, suka banget! 😉

Keterangan Buku:

Judul                                     : Mata di Tanah Melus

Penulis                                 : Okky Madasari

Editor                                    : Anastasia Mustika W.

Ilustrasi sampul                 : Restu Ratnaningtyas

Penerbit                              : PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                    : 2018

Tebal                                     : 192 hlm.

ISBN                                      : 9786020381329

 

Share this post:

Related Posts

Comments are closed.

View My Stats