REVIEW Kotak Mimpi

Mimpi harus dikenali dan disebutkan, tidak perlu pada semua. Cukup disimpan dalam hati, dan dititipkan dalam kotak agar tidak hilang. Dengan demikian, dirimu dan semesta akan mencatat mimpi sebagai janji, yang akan dikabulkannya saat masanya tepat. (hlm. 33)

ISABELLA LARISSA. Di awal karirnya, dari semua manajer yang didatanginya, hanya Arya yang memercayai talentanya. Bahkan dia juga jadi produser sekaligus sponsornya saat itu. Dia benar-benar shock dan nyaris kehilangan kemampuan berkata-kata saat albumnya, Mediocre Me, meledak di Indonesia juga Asia Tenggara. Mungkin memang hoki. Atau momennya pas. Apa pun itu, dalam waktu hitungan minggu, seorang Isabella Larissa berubah menjadi selebriti.

Setahun kemudian, saat dia memutuskan untuk tidak menyanyi lagi dan berkonsentrasi menciptakan lagu, Arya mendukungnya. Tidak seperti penyanyi lain yang dikenalnya, juga teman-teman yang berkata betapa bodohnya dia, Arya berkata bahwa dia harus mengikuti panggilan jiwanya. Dia tidak menyesali keputusanna. Setelah empat tahun, tak terhitung lagu hits yang dihasilkannya dan popularitasnya bukannya meredup seperti yang diramalkan banyak orang, malah melejit pesat di benua Asia. Penyanyi dan manajer dari Indonesia, Malaysia, Singapura, mengantre agar dia bersedia menciptakan lagu untuk mereka. Dia senang karena mendapatkan penghasilan dan tetap menjaga privasinya.

Di Indonesia, seorang pencipta lagu kenamaan bisa saja naik becak atau berjalan kaki ke mana-mana, dan tak ada yang mengusili. Publik lebih mengenal penyanyi dan band yang membuat sebuah lagu populer. Dia juga sering menolak publikasi, Arya memastikan kalaupun para wartawan infotainment di dalam negeri dapat mewawancarainya, hanya dilakukan dalam waktu sesingkat mungkin, itu juga hanya kalau benar-benar diperlukan.

Arya dari dulu mendukunngnya untuk berkarya di dunia internasional. Kalau ada wartawan luar negeri yang ingin berbincang dengannya, Arya bisa dikatakan segera memberi lampu hijau.

“Mengapa Nyai bermimpi?”

“Karena masih ada kamu, Bella.” (hlm. 34)

Kotak mimpinya sering penuh, dan dengan ajaibnya, seiring waktu, didapatinya kotak-kotak itu memuai sehingga semua mimpinya, ditambah yang baru, muat masuk di dalamnya. Kadang dia lupa mimpi apa saja yang pernah dimilikinya, dan sekarang seakan dia ditampar, diingatkan, bahwa salah satu mimpinya adalah mendapatkan pasangan yang istimewa dan menerima dirinya, apa adanya.

Menyadarinya, hatinya sakit. Karena bertahun-tahun yang dilewatinya dalam kesuksesan di bidang karier, mengingatkannya bahwa selama ini ia sendiri tanpa ada teman berbagi. Apa dia dia tipikal perempuan biasa, yang mendambakan cinta, dan berpikir bahwa akan bahagia mendapatkan kekasih yang menatapnya dengan sayang dan hormat? Apa dia seharusnya menerima kesendiriannya dan pasrah, ada atau tidaknya pasangan, dia masih bisa hidup dengan tenang dan nyaman?

Dia merasa tenang. Nyaman. Bahagia juga, dalam batas tertentu. Hanya, sesuatu berbisik selama ini dia menanti. Merindu, mencari orang yang tepat untuk menemani. Bertahun-tahun setelah episode Patrick, dipikirnya akan menemukan pasangan sejati dalam sosok beberapa pria, tapi setelah mengenal mereka lebih dalam, dia merasa ada saja kelemahannya. Si A terlalu penuntut. B terlalu bebas. C tidak senang dia lebih sukses. D ramah, pengertian, sayang, sampai dia tahu sebenarnya si D ternyata sudah punya istri.

“Suatu hari nanti, akan ada seseorang yang kamu bilang sempurna. Percaya deh!” (hlm. 35)

Isabel pikir, setelah putus dari Patrick yang seorang model, kehidupannya akan jauh dari sorotan media. Tapi setelah bertahun-tahun pasca mereka putus, Isabel kembali menjadi sorotan karena skandal foto-foto vulgarnya yang tersebar di dunia maya. Apa yang harus dilakukannya? Apa dia hanya akan berdiam diri saat namanya tercemar sampai berita itu akan tenggelam dengan sendirinya? Dan apakah semua itu memang benar dirinya atau hanya rekayasa semata?

Skandal foto ini mengingatkan kasus sepasang artis Indonesia yang lumayan viral kala itu. Bahkan, meski udah sepuluh tahun berlalu, para netizen selalu saja mengungkit dan mengait-ngaitkan dengan hal tersebut. Memang sulit ya jika mempunya beban masa lalu yang negatif. Mau sepositif apa pun kehidupan sekarang, orang lain justru selalu mengingat hal-hal yang negatif.

Beberapa selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Seratus tahun pun rasanya masih sebentar. (hlm. 25)
  2. Dapatkah kita menolak takdir? Atau apakah kita sendiri yang menorehkannya? (hlm. 36)
  3. Kalau kamu membiarkan diri terpuruk dan tidak berusaha mengubahnya, dan kemalangan menimpa hidupmu, berarti itu bukan takdir. Itu pilihan. (hlm. 42)
  4. Cemburu adalah emosi destruktif yang teramat kejam. (hlm. 53)
  5. Tidak ada yang perlu disalahkan, kalau aku adalah api, mereka adalah air yang selalu berusaha memadamkan api kreativitasku. (hlm. 63)
  6. Dunia bergulir dengan cara yang aneh, sulit ditebak. (hlm. 93)
  7. Kenyataan tak bisa ditolak, kamu hanya dapat menunda menerimanya. (hlm. 172)
  8. Hidup penuh dengan resiko. (hlm. 220)

Keterangan Buku:

Judul                                                     : Kotak Mimpi

Penulis                                                 : Primadonna Angela

Desain dan ilustrasi sampul          : eMTe

Penerbit                                              : PT. Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                                    : Juli 2013 (Cetakan Kedua)

Tebal                                                     : 232 hlm.

ISBN                                                      : 978-979-22-9777-5

Share this post:

Related Posts

Comments are closed.

View My Stats