REVIEW Brand Genius

Organisasi bisnis harus berusaha untuk membuat mereknya tidak hanya dicintai, tetapi bisa dipuja oleh seluruh konsumennya dan menjadi impian dari banyak pelanggan yang potensial. Korporasi harus memikirkan bahwa kekayaan terpenting dari suatu perusahaan bukanlah berupa pabrik, kantor pusat, gedung, tanah, mesin, bahan baku, karyawan, teknologi, kendaraan dan semua aktiva tetap maupun aktiva lancar. Kekayaan sesungguhnya dari suatu korporasi adalah aktiva tidak nyatanya yang disebut dengan ‘Merek’. Suatu merek yang kuat, dicintai dan dipuja oleh konsumennya akan menjadi garansi dan jaminan bahwa korporasi akan bisa bertahan untuk jangka waktu yang lama dan menghasilkan keuntungan yang superior. Inilah tujuan utama dari organisasi bisnis didirikan.

Yahoo didirikan oleh Jerry Yang dan David Filo. Keduanya Graduate Student di Stanford University. Pada awalnya Yahoo hanya merupakan mesin pencari dan direktori untuk web. Dengan berkembangnya waktu, Yahoo mulai berkembang dan menambah berbagai atribut situsnya. Muncullah satu demi satu informasi dan jasa-jasa yang baru. Begitulah Yahoo mulai menawarkan segalanya dan menjadi salah satu portal yang lebih besar, lebih baik, lebih sibuk, lebih berisik, lebih bercahaya dibandingkan portal zaman dulu. Kemudian muncullah apa yang disebut Google. Apa yang membuat Google menakjubkan bukan berasal dari apa yang dilakukan, tetapi berasal dari apa yang tidak dilakukan Google. Sebagai pemain yang baru masuk di medan permainan portal, Google homepage begitu simpel. Hanya sebuah kotak kosong yang panjang, tidak terdapat apa pun. Jika Yahoo menawarkan lautan informasi, Google menawarkan sebuah kotak kosong dan tombol pencari. Google telah berkomitmen untuk memberikan homepage yang sebersih mungkin. Tidak terdapat tanda-tanda bahwa Google akan menawarkan berita, atau cuaca atau stok paham atau belanja atau yang lainnya. Dengan kata lain, seperti kompetitor utama mereka yaitu Yahoo, sibuk menambah berbagai atribut layanan Google melakukan pembalikan (Reversal) dengan tidak menambah apa pun. Google memang unik.

Banyak mainan diproduksi oleh berbagai macam produsen dalam bentuk yang sudah jadi. Kita tinggal membuka dan langsung bisa memainkannya. Mobil, sepeda motor, boneka, robot, rumah, pesawat terbang, sepeda, truk, bus bertingkat, kapal, pedang, topeng, baju Superman, pisau, peralatan memasak, semuanya sudah tersedia tinggal dimainkan. Lego, perusahaan mainan dari Denmark memilih jalan yang berbeda dalam menyediakan mainan untuk anak-anak dan remaja. Lego tidak pernah menyediakan mainan yang sudah seratus persen jadi, tetapi hanya menyediakan blok-blok kotak dari plastik. Anak-anak dan remaja dirangsang untuk merancang sendiri mainan yang ingin dibuatnya. Pilihannya menjadi tidak terbatas. Mereka bisa membuat mainan apa pun asalkan mereka sanggup merancang dan kemudian merakitnya. Mereka diajarkan bagaimana untuk menjadi kreatif dengan menggunakan imajinasi dan inspirasinya untuk membuat mainan yang diidamkannya.

Telon Lang menyadari bahwa minyak telon merupakan kebutuhan yang diperlukan dari generasi ke generasi. Tidak hanya generasi masa lalu, tetapi juga sekarang dan yang akan datang. Dari situlah timbul ide yang cemerlang bahwa minyak telon sudah ada dan dipergunakan sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu. Dengan demikian minyak telon sudah menjadi tradisi, bahkan sudah menjadi budaya buat masyarakat umum.

In-N-Out Burger bukan menyiapkan makanan cepat saji seperti McDonalds, Wendy’s, dan Burger King, tetapi justru sebaliknya. Dia menyediakan makanan lambat saji. Konsumen akan mendapatkan semua bahan baku yang segar tiap harinya, diolah dengan tangan dan baru dibuat setelah pesanan dari pelanggan datang. Rasanya? Nyummy!! In-N-Out Burger memang sangat unik dan berbeda.

Itu tadi beberapa contoh brand yang memiliki kekhasan tersendiri. Karena keunikannya itulah brand tersebut masih bisa bersaing hingga sampai sekarang. Lewat buku ini, banyak sekali contoh brand-brand yang masih berjaya dengan mempertahankan kekhasannya.

Keterangan Buku:

Judul                                                     : Brand Genius

Penulis                                                 : Budi P. Kartono

Editor                                                    : Rayendra L. Toruan

Penerbit                                              : PT Elex Media Komputindo

Terbit                                                    : 2015

Tebal                                                     : 273 hlm.

ISBN                                                      : 978-602-02-7494-2

Share this post:

Related Posts

Comments are closed.

View My Stats