REVIEW Bila Esok Ayah Tiada

Anakku, engkau hidup di sebuah masa yang berbeda dari masaku dulu. Engkau akan menghadapi beban yang lebih berat dan fitnah di sana-sini. Engkau hidup di masa orang tidak saling percaya, senang berbantah-bantahan, lebih mendahulukan akal daripada hati, dan mengecilkan perintah Tuhannya.” (hlm. 1)

Sebenarnya di perpustakaan sekolah sudah ada buku ini dengan cover yang lama. Pas liat cover cetakannya yang ketiga ini, bagus banget, lebih tjakep dibanding cover sebelumnya yang warnanya terlalu kaku.

Ini adalah semacam cerita-cerita di saat zaman nabi. Yang setiap cerita mengandung pesan moral di dalamnya. Ada 67 cerita yang disajikan, beberapa diantaranya pernah saya baca dan banyak juga ternyata yang belum pernah saya dengar ceritanya. Tentu hal ini menambah pengetahuan saya akan ilmu agama, ringan tapi banyak kandungan pesan di dalamnya. Beberapa cerita favorit akan saya jabarkan.

Pertama. Melakukan kebaikan. Jika kita melakukan kebaikan, jangan kita lakukan kebaikan itu karena perintah ayah atau ibu kita. Begitu juga jika kita meninggalkan suatu keburukan, jangan kita meninggalkan hanya karena takut kepada ayah ibu. Tapi, kerjakanlah semua itu karena Allah. Ayah dan ibu hanya bisa mengawasi saat kita berada di sekitar mereka. Tapi Allah selalu dekat dengan kita, mengawasi setiap tarikan napas kita. Karena itu, taatilah perintah Allah di mana pun kita berada.

Kedua. Jika kita hendak beramal, jangan lupa untuk selalu mengikhlaskan niat kita terlebih dahulu. Sebab Allah menyuruh kita untuk selalu meluruskan niat dalam beribadah, begitu pesan Allah dalam surat Al-Bayyinah ayat 5. Karena itu, pastikan niat kita selalu lurus. Setiap amal bergantung pada niatnya dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan yang dia niatkan.

Ketiga. Jangan biarkan waktu kita habis percuma. Sesibuk apa pun diri kita, sempatkanlah untuk membaca Al-Quran. Sebab Al-Quran itu bukan perkataan biasa, tapi firman-firman Allah. Orang yang menyempatkan diri membaca Al-Quran, hidupnya akan diberkahi, rezekinya akan diperlancar, dan dia akan merasakan kesenangan dan kebahagiaan. Dan nanti pada hari kiamat, Al-Quran akan membela dirinya dari siksa Allah.

Keempat. Ibu adalah orang pertama yang harus kita muliakan dan perlakukan sebaik-baiknya. Seluruh cinta akan berubah, kecuali cinta ibu kita kepada kita. Semua kelembutan akan pudar, kecuali kelembutan hati ibu. Hati ibu adalah ciptaan Allah yang penuh keajaiban. Allah menyuruh kita berbakti kepada ayah dan ibu setelah menyuruh beribadah kepada-Nya. Cinta ibu kepada anaknya tak akan pernah pudar. Ibu adalah pemilik telaga kasih sayang yang tak bertepi.

Kelima. Jika kita bekerja, jangan lupa untuk beristirahat walau sejenak. Sebab dengan beristirahat, tenaga dan semangat kita akan pulih kembali. Kita akan mampu melanjutkan pekerjaan berikutnya. Tapi jika kita memaksakan diri untuk bekerja terus-menerus, kita akan merasakan kelelahan yang luar biasa sehingga hasil kerja kita pun tidak optimal.

Keenam. Alam ini beserta isinya mengandung pelajaran besar bahwa hidup itu adalah memberi. Ya, memberi. Memberikan manfaat kepada yang lain sebanyak-banyaknya: bukan meminta yang sebanyak-banyaknya. Orang yang paling baik, yaitu orang yang paling bermanfaat bagi orang lain. Karena itu, bagaimanapun keadaanmu, usahakan untuk membantu orang lain walaupun tanpa diminta.

Keterangan Buku:

Judul                     : Bila Esok Ayah Tiada

Penulis                 : Muhamad Yasir, Lc.

Desain sampul   : Suprianto

Perwajahan isi   : Rahayu Lestari

Penerbit              : PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit                    : Desember 2018 (Cetakan ketiga)

Tebal                     : 194 hlm.

ISBN                      : 978-602-03-5531-3

Share this post:

Related Posts

Comments are closed.

View My Stats