RESENSI: Resign Malu Tak Resign Pilu

Resign Malu, 12 Oktober 2018

BERPIKIR SEBELUM MEMUTUSKAN “RESIGN”

Judul Buku      : Resign Malu, Tak Resign Pilu

Penulis             : Fazar Firmansyah
Penerbit           : PT. Elex Media Komputindo
Cetakan I        : 2018
ISBN               : 978-602-04-6056-7
Tebal               : 200  hal

Peresensi         : Siti Nuryanti

Setelah lulus dari level pendidikan yang telah ditempuh selama bertahun-tahun, salah satu momen bahagia dalam hidup seseorang adalah ketika mendapatkan pekerjaan pertama. Bertahun-tahun menjalani pekerjaan demi bisa mencukupi hidup, ada yang selalu semangat seperti awal-awal bekerja, namun tidak sedikit yang semangatnya menurun bahkan hilang. Faktor yang sering menjadi alasan semangatnya menurun dikarenakan ketidaknyamanan dalam bekerja atau permasalahan kesejahteraan.

Kenyamanan dalam bekerja dan permasalahan kesejahteraan dapat mempengaruhi produktivitas dalam bekerja. Situasi yang tidak nyaman dalam bekerja dapat menjadi penyebab seseorang memutuskan untuk resign  atau berhenti bekerja. Resign atau berhenti kerja adalah hal yang jamak terjadi dalam dunia kerja. Namun hal ini dapat menjadi dilema antara bertahan atau resign ketika belum mempunyai gambaran pekerjaan baru setelah resign. Terkadang juga adanya kekhawatiran pekerjaan yang baru tidak sesuai dengan harapan. Hal ini dibutuhkan keberanian dalam mengambil keputusan, selalu ada hal yang harus dikorbankan dalam setiap keputusan.

Buku Resign Malu Tak Resign Pilu membantu bagi para pekerja yang sedang mengalami dilema antara bertahan atau resign dari pekerjaan. Dalam buku ini ada tiga bagian yang dibahas yaitu (1) Ketika Fresh Graduate Mencari Kerja, (2) Masa Kantoran dan (3) Antara Resign Vs Bertahan.

Bagi lulusan fresh graduate sebaiknya jangan memfokuskan pada gaji yang tinggi ketika mencari pekerjaan, karena pengalaman dan skill yang baik sangat diperlukan untuk pengembangan diri. “Jadilah pribadi yang pantas digaji tinggi, caranya miliki dan asalah kompetensi yang dimiliki “ (hal : 28). Buku ini juga recomended dibaca bagi para pencari kerja yang fresh graduate, karena ada beberapa tips untuk mencari pekerjaan atau pilihan berbagai bidang pekerjaan yang dapat dijadikan pilihan bagi lulusan fresh graduate.

Pada bagian buku yang berjudul Masa Kantoran, penulis memberikan saran dan motivasi bagi para pekerja agar dapat menjadi pekerja yang sukses dan berprestasi.

Setiap orang menginginkan hidup sukses, demikian juga para pegawai menginginkan posisi dan jabatan yang tinggi dalam lingkungan pekerjaannya. “ Sukses itu bukan soal posisi,tetapi soal bagaimana kita bisa menjadi inspirasi bagi orang lain dan soal bagaimana memberikan banyak manfaat bagi orang lain” (hal : 99). Jadi ketika sudah bekerja, jadilah pribadi yang profesional.

Untuk menjadi orang yang sukses, diperlukan kerja keras, tekun dan fokus dalam bekerja seperti yang disampaikan penulis“ Jika ingin diperlakukan istimewa, jadilah yang spesial “ (hal : 95). Menjadi orang yang istimewa adalah impian banyak orang, namun hanya mereka yang yakin, fokus dan tekunlah yang pada akhirnya menyandang predikat istimewa. Penulis juga memberikan solusi menghadapi permasalahan di lingkungan kerja seperti cara menghadapi rekan kerja dengan sifat yang tidak baik seperti pemalas, penjilat, suka mengadu domba dan sebagainya.

Pada bagian akhir buku ini penulis memberikan berbagai pertimbangan ketika pegawai mengalami dilema antara bertahan atau berhenti dari pekerjaan.

“Cintai apa yang dikerjakan dan kerjakan apa yang dicintai, maka itu sudah cukup menjadi alasan untuk bertahan “ (hal : 153).

Seringkali pekerjaan yang kita lakukan saat ini belum kita cintai, tapi dari pekerjaan inilah kita dihidupi. Pekerjaan akan menyenangkan kalau pekerjaan tersebut adalah passion kita. Passion adalah sesuatu yang dalam mengerjakannya kita tidak pernah merasa bosan, dibayar atau tidak, kita akan tetap mengerjakan. Namun tidak semua dari kita bekerja sesuai passion nya, maka ada dua pilihan resign atau berusaha mencintai pekerjaan kita. Apabila memutuskan resign, harus sudah mempersiapkan secara mental maupun materi, setelah dirasa cukup persiapannya, maka resign dapat dilakukan dengan tenang. Pilihan kedua adalah berusaha mencintai pekerjaan kita, meskipun tidak mudah dilakukan, namun dapat diusahakan. Posisi sebagai sang pencari nafkah keluarga dapat menjadi pertimbangan untuk berusaha mencintai pekerjaan kita.

Pada saat mengalami dilema antara bertahan atau berhenti bekerja penulis mengingatkan kembali  alasan apa kita melakukan pekerjaan ini.

“Ketika terpikir kata untuk menyerah. Pikirkan kembali untuk apa kita memulai” (hal : 194)

*) tulisan ini dimuat di Koran Jakarta, Jumat, 12 Oktober 2018

Resign Malu Tak resign pilu.jpg

Share this post:

Related Posts

Comments are closed.

View My Stats