Kilas Buku: Big Little Lies



Pirriwee Public School mungkin sebenarnya adalah sekolah biasa saja. Anak-anak yang bersekolah di sana pun dari kalangan yang beragam. Namun seperti biasa, para ibu punya kubu sendiri untuk bersosialisasi. Seorang ibu muda bernama Jane Chapman, yang juga berperan sebagai orang tua tunggal, merupakan orang baru di kota kecil itu. Ia menyekolahkan anak sematawayangnya, Ziggy, di Pirriwee. Pada hari orientasi, ia sudah berteman dengan Madeline Mackenzie, seorang ibu yang selalu bersemangat, dan Celeste White, seorang ibu yang cantik dan kaya namun selalu gelisah.

Jane, Madeline, dan Celeste kemudian membentuk kelompok sendiri (sebenarnya Madeline yang memutuskan jika mereka harus membentuk kelompok baru), terutama sejak konflik antara Jane dan Renata, seorang wanita karir yang juga ibu-ibu penunggu TK. Konflik itu disebabkan oleh tertuduhnya Ziggy sebagai pelaku bullying terhadap Amabell (puteri Renata). Hal ini tidak terungkap dengan jelas, Ziggy tetap tidak mengaku kalau dirinya salah, dan Amabell tetap saja menuduh Ziggy sebagai pelakunya. Sehingga mudah ditebak jika konflik ini berkepanjangan dan berpengaruh kepada hal lain yang tidak ada hubungannya dengan sekolah. Ditambah (yah kau tahu sendiri bagaimana sikap ibu-ibu penunggu TK) gosip yang mudah menyebar dengan cepat dan belum tentu benar adanya.

Sementara itu Jane dan Celeste punya rahasia mereka sendiri. Tidak ada yang tahu bagaimana mereka mampu menyimpan rahasia dengan rapi, sementara sebenarnya mereka sendiri sudah sangat gatal untuk mengatakan yang sebenarnya. Suatu ketika ada pesta kecil untuk seluruh orang tua murid Pirriwee Public School. Hampir semua orang tua memenuhi undangan termasuk Jane, Celeste, dan Madeline. Namun ketika ada sisi bahagia yang muncul, ada juga hal yang mengejutkan sampai-sampai menyebabkan pertengkaran dan kematian seseorang. Anehnya tidak ada seorangpun yang mengaku tahu perihal kematian itu.

BOSAN atau ....

Awalnya saya bersemangat membaca cerita ini (karena kau tahulah, sinopsis dan reviewnya menarik). Sayangnya hal itu tidak diamini oleh bab pertama novel ini. Saya sempat ketiduran karena merasa bosan. Untunglah saya paksakan sampai ke bab berikutnya dan menemukan cerita semakin menunjukkan kekuatannya.

Misteri, Thriller, atau, ....

Liane Moriarty, si pengarang, sangat pintar meramu cerita sehingga membuat novelnya ini terasa seperti cerita thriller-misteri ala detektif. Padahal sesungguhnya cerita ini hanyalah seputar masalah keluarga (KDRT, broken home, etc) dan persahabatan. Saya pikir rahasianya ada pada alurnya yang maju mundur dan cerdiknya pengarang mengemukakan gosip dan komentar saksi mata di awal dan di sela-sela cerita. Hingga bab akhir, para pembaca tidak akan mengetahui siapa yang menjadi korban, siapa yang menjadi pelaku, atau apa sebenarnya yang terjadi di TKP. Yang pembaca ketahui adalah awal dan asal muasal cerita, juga gosip dari ibu-ibu penunggu TK, dan tentunya kapasitas mereka (yang lemah) sebagai saksi mata.

 4 bintang!

Entah kenapa dari mulai bosan pada awalnya, kemudian berakhir puas. Mungkin ini karena gaya bercerita dari Liane Moriarty yang cukup unik bagi saya dan tentu saja penuh kejutan. Tidak heran jika review di Goodreads mencapai 4.2 dari maksimal 5 bintang, dengan pembaca hampir 385 ribu orang.

So, saya rasa saya bisa dengan yakin untuk merekomendasikan novel ini kepada mereka yang menyukai kisah drama keluarga dan misteri/thriller sekaligus.

Data buku

Judul: Dusta-Dusta Kecil
Judul asli: Big Little Lies
Pengarang: Liane Moriarty
Tebal: 512 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 28 November 2016 (Terbit pertama kali 25 Desember 2014)

Share this post:

Related Posts

Comments are closed.

View My Stats