Jalan Panjang Menuju Pulang Karya Pipiet Senja

cover jalan panjang menuju pulang.jpg

Ridho Atas Takdir

Judul                            : Jalan Panjang Menuju Pulang

Penulis                          : Pipiet Senja

Editor                           : Triana Rahmawati dan Irwan Kelana

Penerbit                       : Republika

Tahun Terbit                : Pertama, April 2017

Jumlah Halaman          : 296 halaman

ISBN                           :  978-602-0822-72-3

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis SMKN 1 Tapen Bondowoso
Para pengarang menulis kisah fiksi, tidak semata berasal dari imajinasi, tetapi juga berangkat dari realita. Bahkan, kisah dalam novel yang rasanya terlalu menyedihkan bagi tokohnya. Pipiet Senja menerbitkan novel terbarunya, tokoh yang dikarang sungguh digempur dengan berbagai ujian hidup.

Kisah ini bisa saja terjadi dalam kehidupan nyata, bahkan bisa saja lebih parah. Tokoh dalam novel ini, Fatin menjadi korban kekerasan seksual. Betapa tidak sedikit kisah pilu seorang wanita yang menjadi korban kekerasan seksual baik dari pasangan sah atau pemerkosaan. Tersebab, musibah itulah tidak sedikit kemudian perempuan yang menjadi korban trauma berkepanjangan, malu, marah kepada diri sendiri dan Tuhan, dan yang biasanya putus asa terjadi akhirnya sekalian menjatuhkan diri ke jurang nista alias menjual diri.

Membidik fenomena ini Pipiet Senja mencoba mengarahkan korban kekerasan seksual melalui cerita. Ya, melalui kisah Fatin dalam novel Jalan Panjang Menuju Pulang. Fatin adalah anak desa Bojongsoang yang berasal dari keluarga petani. Meski begitu, mereka hanya bisa memakan nasi yang tidak layak dikonsumsi, yaitu beras miskin yang biasanya ada kutu-kutu dan batu-batu. Hal ini karena musim paceklik atau hasil panen harus dibayar kepada pemberi hutang (halaman 12).

Prihatin dengan kondisi keluarga, sebagai anak tertua akhirnya Fatin pun keluar rumah dengan niat membantu keluarga. Awalnya, ingin bekerja di luar negeri, tetapi orangtuanya tidak rela. Dia hanya dibolehkan kerja di Indonesia, dan dia mendapatkan kesempatan magang di Hotel Tiara.

Tidak seperti anak desa lainnya, Fatin ternyata paham dan cukup terampil dalam aturan-aturan dalam hotel. Semua itu karena Fatin memang anak yang cukup pintar dan rajin membaca. Selain itu, Fatin juga memiliki wajah ayu nan alami khas gadis pedesaan. Sehingga membuat pemilik hotel yang bernama Rimbong jatuh cinta.

Rimbong sebenarnya sudah beristri, namun mungkin karena sama-sama sibuk bisnis atau karena lain hal, keduanya tidak bisa memiliki anak. Rimbong menginginkan seorang anak yang akan mewarisi kekayaannya. Fatin yang awalnya mengalami konflik batin, pun mau menikah dengan Rimbong dengan syarat menikah dengan cara Islam.

Di awal pernikahan mereka bahagia, bahkan Fatin diberi hadiah sebuah bungalow di Gili Trawangan. Kemudian Fatin hamil dan melahirkan Ridho. Tetapi, sikap Rimbong berubah. Dia seperti hanya mengingkan Ridho, tidak dengan Fatin. Fatin menjadi korban kekerasan verbal Rimbong.

Akhirnya Fatin kabur dari bungalow dan akhirnya mencari harapan di negeri nun jauh, Belanda. Dia melanjutkan perkenalan dunia mayanya menjadi pertemuan di dunia nyata dengan Frankie. Frankie warga negara Belanda yang memiliki darah Indonesia. Ada kepercayaan di hati Fatin.

Tetapi, kenyataan adalah sebaliknya. Harapan pupus. Fatin menjadi korban kekerasan seksual Frankie. Dengan berbagai upaya Fatin ingin keluar dari rumah yang mengurungnya. Setelah cukup lama akhirnya dia berhasil kabur. Saat itu lagi musim dingin, untungnya dia menemukan sebuah kapel. Dia pun meminta tolong dan kesempatan untuk bernaung sementara. Ternyata keluarga Dominee Hartland sangat baik dan memperbolehkan Fatin tinggal dan hidup di sana (halaman 160).

Dari sosok Fatin, Pipiet Senja mencoba memberi inspirasi bagi yang terlanjur terluka untuk ridho terhadap takdir. Seburuk apapun takdir itu, pasti ada hikmahnya. Selama masa ujian itu pula, jangan sampai meninggalkan Allah. Ingatlah selalu pada Allah dan doa meminta pertolongan-Nya. Itulah yang dilakukan Fatin.

Kisah Fatin yang menginspirasi masih berlanjut, alangkah baiknya Anda membaca langsung buku ini. Sebuah buku yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan banyak hikmah. Termasuk, bagaimana ternyata selama tidak saling menganggu akidah, meski tak seiman bisa hidup berdampingan dan serumah. Selamat membaca!

*dimuat di Harian Singgalang

**Ingin memesan buku? Ke Toko Buku Hamdalah wa http://bit.ly/085335436775
gabung juga di grup
 di http://bit.ly/TokoBukuHamdalahWhatsApp

***Ohya, kalau mau mencari info tentang buku baru, resensi buku, quotes dan info kuis atau giveaway berhadiah buku, bisa gabung ke channel telegram yang saya kelola yang bernama Buka buku Buka Dunia : t.me/bukabukubukadunia

Share this post:

Related Posts

Comments are closed.

View My Stats