[BookTour] Review: D.I.A by Laini Laitu

Judul: D.I.A
Penulis: Laini Laitu
Penerbit: Wahyu Qolbu
Penyunting: Ardiansyah
Penyelaras Akhir: Seno Teguh Pribadi
Pendesain Sampul: Tim Wahyu Qolbu
Penata Letak: Tri Indah Marty
Cetakan: Pertama
Terbit: Agustus 2017
Tebal: viii + 336 Halaman
ISBN: 978-602-6358-29-5
Genre: Romance

BLURB

Meskipun karirnya sukses sebagai dokter muda, namun tidak demikian dengan kisah cintanya. Kegagalan Andra menjalin cinta dengan Kiara meninggalkan luka begitu dalam. Ia begitu sulit melupakan sosok Kiara yang telah berpaling pada laki-laki lain. Bukan lelaki istimewa, tetapi selalu ada untuk Kiara.

Hingga takdir mempertemukan Andra dengan Rara, adik dari Rio, seniornya saat ia menjadi co-ass. Rara yang ceria dan manja diam-diam mengagumi Andra sejak awal bertemu. Namun tidak demikian dengan Andra, Ia berubah menjadi pribadi yang tertutup dan kaku pada perempuan. Akankah ada cerita cinta antara Andra dan Rara. Mengingat, Rara pun pernah mengalami trauma yang sama dengan Andra; gagal dalam cinta.

Ini cerita tentang orang istimewa yang tergantikan oleh orang lain yang selalu ada. Meskipun, tidak semua orang yang ada di sisi bisa menggantikan orang istimewa. Tentang bagaimana sulitnya menerima orang baru ketika hati sudah terkunci pada hati yang lain. Dan tentang bagaimana berdamai dengan masa lalu….

REVIEW

Andra, 31 tahun, lelaki yang berprofesi sebagai dokter adalah anak pertama dari pasangan Revan-Viona. Dia mempunyai saudara kembar bernama Nada dan adik bernama Renia. (Halaman 5)

Tokoh sentral di sini adalah Andra, si dokter muda yang punya mantan bernama Kiara. Kiara ini pacar Andra semasa sekolah sebelum Andra pergi jauh untuk kuliah kedokteran. Andra memutuskan Kiara secara sepihak karena ia tidak mau LDR meski pun saat itu mereka masih saling cinta. Walau Kiara bersedia menunggu tapi Andra tetap pada keputusannya dan justru sangat menjaga jarak dengan Kiara setelah putus. Sayangnya, menghilangkan perasaan cintanya pada Kiara tidak semudah yang ia bayangkan.

Apakah sebuah hubungan jarak jauh terlalu sulit untuk dijalani? Bukankah sekarang sudah modern: ada ponsel canggih yang sudah memungkinkan adanya aplikasi tatap muka. Komitmen, dia hanya membutuhkan komitmen sebuah ikatan yang menyatakan kalau mereka terikat. Itu saja, tidak lebih. — (hlm.19)

Sikap Andra yang selalu menghindar dari Kiara akhirnya membuat Kiara menyerah dan menerima pinangan lelaki lain walau pun cintanya pada Andra tidak pernah pudar. Pada akhirnya Andra tetap harus merelakan Kiara bersama lelaki lain dan membuatnya jadi menutup diri dari wanita lain. Seolah tiada wanita lain lagi yang sanggup merebut hatinya selain Kiara. Sering kali keluarganya menanyakan kapan ia akan menikah?

Suatu hari Andra sedang pulang ke rumah orangtuanya. Namun, mereka semua dikejutkan dengan kedatangan Rara. Siapakah dia? Rara adalah adik dari Rio, senior Andra saat jadi co-ass. Oleh karena itulah Andra sering bertemu Rara. Tapi, siapa yang bisa menyangka jika Rara akan memperkenalkan diri sebagai istrinya Andra di hadapan keluarga Andra? Iya, istri sah di mata agama. Andra pun tidak menyangkal hal itu saat ditanya ulang oleh orangtuanya. Tidak satu pun keluarga Andra yang tahu kalau Andra sudah beristri. Bagaimana bisa?

Mutiara Maharani, biasa dipanggil Rara, 24 tahun. Dia seorang yatim piatu dan mempunyai kakak laki-laki bernama Rio Prasetya. (Halaman 41)

LET’S PEEL IT…

Jika ditanya bagaimana first impression dariku terhadap novel ini, jawabannya adalah SHOCK! Mengapa? Karena alasan Andra dan Rara menikah itu out of the box. Bukannya tak masuk akal, tetapi saya hanya heran kok bisa sih Andra manut wae dengan idenya Rara untuk menikahinya ‘hanya’ karena alasan yang sangat prinsipal bagi Rara? Padahal Andra tidak ada perasaan cinta pada Rara. Kalau ada banyak lelaki seperti Andra, para wanita harusnya tak harus sulit menemukan jodoh yang mau langsung menikahi. Ya nggak sih? XD

Hal yang pertama menarik perhatianku adalah karakter Rara yang sangat manja dan kadang telmi juga. Rara bekerja sebagai guru TK, jadi cukup cocok dengan karakternya itu yang tidak akan marah-marah ke anak murid. Di sisi lain, kelemahan Rara itu tidak pernah berani tinggal sendirian di rumah. Ya ampun, berbanding terbalik sekali dengan saya. Kalau saya dari TK justru sudah terbiasa tinggal sendirian di rumah. Pulang TK dititipin kunci di bawah pot atau keset supaya bisa masuk sendiri. 😦

Kalau Andra, dia itu tipe lelaki cuek tapi sebenarnya menyimpan perih yang dalam dan tak pernah ia tunjukkan pada orang lain. Lebih menjaga jarak pada wanita karena masih ada wanita yang menghuni hatinya. Terkadang dia bersikap jual mahal tanpa tahu sikap itu akan disesalinya kelak. Mungkin bisa kubilang gengsinya cukup tinggi.

Bagaimana dengan Rio? Si dokter ini sudah punya seorang putra bernama Rey, tetapi ia harus membesarkan Rey sendirian karena sang istri telah meninggalkan mereka. Rio juga sosok kakak yang sangat perhatian pada Rara. Sebisa mungkin ia menyanggupi apa yang Rara perlu, salah satunya adalah saat Rara tidak berani tinggal sendirian di rumah.

Dia tidak mungkin melakukan hal itu bersama wanita yang baru dikenalnya, bukan? Status boleh istri, tetapi bukan penghuni hati. — (hlm.73)

Alasan prinsipal apakah yang saya maksud dari tadi? Biarlah itu jadi rahasia sementara ini agar menimbulkan rasa penasaran kalian bagi yang belum tahu hahaha. Tapi tentu hal lain yang terpenting adalah kisah Andra dan Rara dalam pernikahan mereka. Bagaimana chemistry-nya? Kapan Andra membalas rasa cinta Rara? Apakah Andra mampu melupakan Kiara? Akankah Andra dan Rara hidup bahagia dalam payung pernikahan?

Cinta, kalau sudah mengambil perannya memang selalu membuat tuannya semakin gila. — (hlm.91)

Kalau chemistry antartokoh, Andra dan Rara ini lucu juga terutama saat di scene memasak. Ada kalanya Andra yang dingin itu malah berubah jadi manja, dan ada kalanya juga Rara yang biasanya manja malah bersikap jadi lebih dewasa dan keibuan. Apalagi kalau Rara sudah ketemu dengan anaknya Bang Rio, mereka itu jadi lengkeeettt banget!

Dari konfliknya, cerita ini tidak terlepas dari kisah masa lalu salah satu tokohnya yang jadi pemicu awal. Tapi menurutku konfliknya ini cenderung ‘cute’ lho, apalagi dengan karakter Rara yang seperti itu. Bukan terlihat kekanak-kanakan, tapi ya lucu aja, ambek-ambekannya lamaaa… 😀

Butuh waktu bagi Andra untuk menerima Rara sebagai istrinya dan membiasakan diri bahwa wanita itu akan selalu hadir di sebelahnya ketika tidur. Untung ya Rara cukup sabar menunggu Andra sampai benar-benar membuka hati padanya. Benar adanya yang ditulis di book blurb, bahwa keberadaan Rara yang selalu bersama Andra pada akhirnya mampu menggantikan posisi Kiara di hatinya Andra.

Lalu apa kekurangan di cerita ini? Karakter Nada yang manja dan telmi itu terkadang agak berlebihan bagi wanita dewasa seusianya. Yang kumaksud itu ada di bagian ketika Andra tertidur di kamar, Rara keheranan kenapa posisi Andra bisa berubah. Lha emangnya orang tidur nggak bisa gerak? Andra kan hanya tidur, bukan mati. Mungkin penulis bermaksud ingin membuat selingan humor tetapi buatku masih kurang ‘ngena’. Ada pula karakter Rara mengingatkanku pada Daffa di novel Bila. Mereka ini sama banget, sama-sama minta bayi. Duh, agresif sekali ya hahaha. Juga di bagian ending yang kurasa dibuat terlalu sempurna. Ya maksudku sudah ada Ave dan Nada yang mendapat karunia luar biasa yang jadi impian banyak pasutri, tapi tak kusangka ternyata Andra-Rara juga mendapatkannya. Ya ampun, beruntung sekali keluarga besar Revan-Viona menjadi keluarga yang semakin besar hehehe.

“Dalam hidup ini tidak semua yang kita inginkan bisa terwujud. Seperti kata pepatah, manusia hanya bisa berusaha, tetapi Tuhan yang menentukan.” — Revan (hlm.22)

Ya udah, palingan itu saja ulasan dariku. Secara keseluruhan aku tetap menikmati cerita gemash gemash Andra-Rara sebagai pasutri. Dan perlu diingat, sebenarnya novel ini memang tidak terlalu islami seperti label yang tertera di kaver belakangnya. Lenurut si penulis, genre cerita yang beliau buat itu murni romance, siapa pun yang sudah dewasa bisa membaca dan memahaminya, tidak terfokus pada pembaca yang muslim saja.

Favorite Quotes

“Betapa pun kita tidak suka terhadap orang lain, kita harus tetap menjaga silaturahmi. Orang yang memutuskan silaturahmi itu orang yang dilaknat Allah SWT loh, Ra. Kita bahkan nggak dianjurkan dekat dengan orang yang memutuskan tali silaturahmi. Rasulullah SAW juga pernah bersabda kalau orang yang memutuskan tali silaturahmi nggak bisa masuk surga.” — Andra (hlm.113)

“Aku memang belum melupakan Kiara sepenuhnya. Masa lalu itu sebuah proses, kan? Proses di mana aku mulai mengenal cinta dan merasakan kehilangan. Proses yang mengajarkanku untuk menjaga apa yang telah kumiliki sebelumnya. Satu hal yang pasti, aku sedang belajar untuk menjalani hidup sama kamu, dan aku harap kamu bisa membantuku untuk melupakan Kiara, agar kelak kamu menjadi pemilik hatiku sepenuhnya. Kamu bersedia, kan?” — Andra (hlm.199)

Bukankah hidup dan mati itu sudah dituliskan oleh Sang Maha Pencipta? Manusia hanya diperintahkan untuk menyiapkan diri sebaik-baiknya. Menabung selama di dunia agar bisa menikmati hasilnya di akhirat kelak. Sama halnya seperti ujian, bisa hasilnya baik dan memuaskan, bisa juga buruk. — (hlm.216)

“Dalam hidup, belajar itu merupakan proses yang panjang. Untuk menulis kita perlu belajar mengeja, membaca, dan memggoreskan pensil. Kita nggak mungkin bisa menulis kalau kita nggak bisa membaca. Begitu juga dengan kita, aku sedang belajar mencintaimu. Seperti yang aku bilang sebelumnya, kamu adalah masa depan.” — Andra (hlm.239)

Manusia lisannya memang sudah bilang memaafkan, tetapi hatinya siapa yang tahu. Kertas yang sudah dipenuhi coretan, tidak akan bisa kembali putih seperti sedia kala. Begitu juga dengan hati yang sudah ditorehkan luka, tidak akan bisa sembuh tanpa meninggalkan bekasnya. — (hlm.278-279)

OVERALL RATING
★★★☆☆




Ingin lebih mengenal bukunya dan penulisnya? Ingin dapetin 1 buku ini secara gratis? Jangan lupa besok tetap pantengin blogku karena akan menyusul postingan wawancara bersama penulis dan postingan giveaway berhadiah 1 buah novel DIA untuk peserta yang beruntung. 🙂

Share this post:

Related Posts

Comments are closed.

View My Stats