[BLOGTOUR] REVIEW Yorick + GIVEAWAY

“Pemenang sejati adalah mereka yang berani bertempur sendiri, merangkul ‘musuh’ yang bernama amarah, memeluk ‘lawan’ yang bernama dendam, lalu mengajaknya berdamai dengan cinta kasih dalam keesaan Sang Maha.” (hlm. 321)

YORICK. Saat kecil, memang cenderung menghindari banyak orang saat berada di jalan. Rasa rendah diri, minder, merasa sendiri dan beda, menjadikannya memilih menjauhi kerumunan orang. Itu lebih nyaman baginya. Tak mudah bagi orang yang tak punya untuk memiliki sesuatu, bahkan memimpikannya pun seringkali tak berani. Nenek selalu meyakinkannya dengan kalimat penuh semangat. Sebab apalagi yang mereka punya bila bukan harapan sebagai modal besar untuk bisa berjalan ke depan. Mereka hidup dalam keterbatasan, namun sang nenek tak ingin membatasi cucunya untuk memiliki impian.

“Mak, saya pingin mobil-mobilan.”

“Iya, sabar.”

“Sabar terus.”

“Orang sabar disayang Allah.”

“Kalau Allah sayang, kenapa saya nggak dikasih-kasih.”

“Ya, nanti.”

“Pasti Mak?”

“Jadi manusia itu teh harus yakin. Yakin kamu pasti bisa beli.”

“Kapan?”

“Satu saat nanti.”

“Iya, nantinya itu kapan, Mak?”

“Ya nanti. Makanya, Kasep kudu banyak berdoa.”

“Sudah, Mak.”

“Doamu kurang banyak!”

“Setiap hari kan juga sudah ngaji, Mak.”

“Hirup teh kudu dimimitian ku du’a jeung ditutup ku rasa sukur.” (hlm. 24)

Dulu ia termotivasi untuk maju, tujuannya buat membalas semua perlakuan orang-orang terhadapnya. Membalas setiap pukulan yang ia terima, membalas setiap kata untuk ucapan dan hinaan yang orang-orang katakana, semua harus impas.

Sedari kecil, Yorick sudah terbiasa berkawan dengan kemiskinan dan hinaan. Berkat kegigihan Mak Encum yang selalu mengajarkan untuk sabar, terus berusaha dan tetap semangat, menjadikannya sosok yang kuat saat dewasa. Bukan berarti Yorick selalu sabar, seperti manusia pada umumnya, adalanya Yorick juga pernah putus asa dan pernah marah dengan Tuhan. Tapi di saat terpuruk, selalu ingat nasehat-nasehat yang ia dapatkan dari Nenek yang juga sekaligus menjadi pengganti orangtuanya sejak kecil.

Novel ini terdiri dari dua alur; ada kehidupan Yorick dewasa dan kehidupan ketika Yorick saat kecil. Sejujurnya saya lebih suka kisah Yorick saat kecil sampai mulai menapaki hidup menjelang dewasa. Saya rasa konflik Yorick dan Nevia di versi buku kurang terexplor, tapi pas liat proses syuting versi filmnya yang dilakukan di Rusia, saya rasa akan menjadi sentuhan yang bakal menjadi daya tarik tersendiri untuk pendukung jalan ceritanya. Apalagi jarang sekali karya lokal anak negeri dengan balutan Rusia seperti kisah Yorick ini.

Selain itu, poin lebih dari buku ini adalah membahas ikatan hubungan antara cucu dan nenek. Seringkali kita membaca perjuangan seseorang karena hubungan keluarga terutama orangtua. Sepertinya ini baru buku ketiga yang say abaca tentang hubungan cucu dan nenek. Pertama ada buku terjemahan yang berjudul Go Where Your Heart Takes You yang ditulis oleh Susanna Tamaro. Kemudian ada karya lokal yang ditulis Mbak Desi Puspitasari dengan judul Mimpi Kecil untuk Tita yang mengisahkan seorang anak yang ditinggal keluarganya secara beruntun, hidup dengan kemiskinan dan hanya Simbahlah yang ia punya.

Ada beberapa selipan pesan moral yang disampaikan penulis lewat tokoh nenek lewat nasehat-nasehat yang ia berikan untuk cucu kesayangannya itu dalam buku ini:

  1. Jangan pernah mengeluh, harus semangat di halaman 47
  2. Jangan merepotkan orang lain di halaman 51
  3. Jangan serakah, kalo serakah tidak akan pernah berkah di halaman 59
  4. Hidup harus mencari ilmu untuk keselamatan dunia akhirat. (hlm. 66) – pentingnya ilmu juga diterapkan lewat tokoh Kang Arman yang tidak sekolah hanya menjadi tukang parkir, dan Pak Hasan tukang servis computer yang hanya lulusan SMP. Meski dua tokoh ini hanya sekilas lewat di kehidupan Yorick, tapi mampu memotivasi Yorick untuk menempuh pendidikan lebih tinggi demi meraih cita-cita.

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Memiliki semua yang diimpikan, ternyata bukan sebuah kebahagiaan. (hlm. 1)
  2. Kemenangan hanya akan bisa diraih dengan ketangguhan diri melawan musuh hati yang bernama penderitaan. (hlm. 1)
  3. Mencoba menjadi petarung ulung yang akan mampu melakukan badai kehidupan, dan setia menjadikan kesulitan sebagai sahabat. (hlm. 2)
  4. Kemenangan akan berpihak pada yang mau membuang rasa keputusasaan. (hlm. 2)
  5. Setiap orang memiliki lagu hidup dengan aliran beda. (hlm. 6)
  6. Kata orang, masa lalu bisa mengubah masa depan. (hlm. 20)
  7. Kalau jalan hati-hati. Mata dipakai untuk melihat. Bukan hanya melihat ke belakang, ke samping, tapi juga ke depan. (hlm. 23)
  8. Kurang sabar namanya, kalau mengeluh terus. (hlm. 30)
  9. Setiap kejadian beruntun seringkali menjadi penuntun. (hlm. 37)
  10. Anak kecil adalah perekam hebat, selain penyimpan memori kuat. (hlm. 61)
  11. Menuntut ilmu pengetahuan, menimba banyak pelajaran, bukan lagi menjadi tuntutan, tetapi juga tuntutan baginya. (hlm. 81)
  12. Waktu tak akan bisa terkejar, dan ia akan bisa mengubah sesuatu menjadi sesuatu dengan nada penuh kejutan dan lirik tanpa kendali. (hlm. 83)
  13. Petualangan saudara kembar pengembaraan. (hlm. 109)
  14. Jas merah, jangan lupakan sejarah! (hlm. 141)
  15. Tuhan menciptakan semua di dunia ini berpasangan. Ada kedatangan, ada kepergian. (hlm. 171)
  16. Setiap manusia punya cerita, lengkap dengan bermacam-macam bentuk, warna, juga aroma rasa, bahagia dan derita. (hlm. 173)
  17. Kampus bukan menjadi ruang wacana maupun wawasan baginya, namun juga laboratorium, tempat berbagai percobaan yang menantang baginya. (hlm. 203)
  18. Kalau kita yakin, pasti kita bisa. (hlm. 248)
  19. Setiap orang punya kisah tentang kasih yang pernah singgah. Mencintai dan dicintai adalah hak semua orang. (hlm. 269)
  20. Sebab, cinta adalah hati, bukan materi. (hlm. 270)
  21. Namun waktu memang bisa mengubah semuanya. (hlm. 271)
  22. Sahabat adalah harta yang mesti terjaga. Ia tak hanya memandang, mendengar, namun juga merasakan. (hlm. 283)
  23. Apa yang disebar, itulah yang dituai. Tuhan akan setia membayar semua kesetiaan setiap hamba menjalani garis kehidupan, dengan hitungan-Nya yang sering di luar kita. (hlm. 291)

Banyak juga selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Berusaha menjadi pemenang sejati, dengan tidak akan pernah meninggalkan medan pertempuran sebagai samudera tempatnya menyelam, melawan ombak kehidupan. (hlm. 1)
  2. Hal paling sulit adalah memulai, tapi tidak akan rumit bila mau belajar berjuang sendiri. (hlm. 1)
  3. Jangan kamu jelaskan kalau itu membuatmu capek. (hlm. 45)
  4. Selama kita bisa, jangan sampai merepotkan orang lain. (hlm. 51)
  5. Orang rakus tidak akan merasa kenyang. (hlm. 62)
  6. Apa salah menjalin silaturahmi? (hlm. 63)
  7. Hari-hari buruk tak bisa dihindari. (hlm. 75)
  8. Menunggu pekerjaan yang melelahkan. (hlm. 99)
  9. Jangan ngomel terus! (hlm. 113)
  10. Tak ada orang yang ingin melakukan kesalahan. (hlm. 124)
  11. Dalam hidup ini banyak kesempatan, cuma sebagian banyak orang tidak mau atau tidak berani mengambilnya. Makanya kenapa banyak orang yang tidak berkembang. (hlm. 235)
  12. Kamu jangan lupa, rezeki itu hanya apa yang kita makan, yang lainnya belum tentu. (hlm. 267)
  13. Tak akan mati karena cinta yang datang berubah menjadi belati tajam yang siap menghunus pemujanya. (hlm. 275)

Keterangan Buku:

Judul                     : Yorick

Penulis                 : Kirana Kejora

Editor                    : Key Almira

Desain sampul   : Sidiq Yusliana

Penata letak       : Devandra Alby

Penerbit              : PT. Nevsky Prospekt Indonesia

Terbit                    : 2018

Tebal                     : 346 hlm.

ISBN                      : 978-602-528-830-2

MAU BUKU INI?!?

Simak syaratnya:

1. Peserta tinggal di Indonesia.

2. Follow akun instagram @lucktygs , @yorick.id dan @kiranakejora (jika ada instagram, nggak wajib)

3. Follow akun twitter @lucktygs  . Jangan lupa share dengan hestek GA #Yorick dan mention via twitter. (jika ada twitter, nggak wajib)

4. Follow blog ini, bisa via wordpress atau email.

5. Tidak ada pertanyaan, cukup tinggalkan nama, akun twitter/instagram, dan kota tinggal di kolom komentar. Mudah bukan? 😉

GA #Yorick ini berlangsung 10-12 November 2018. Pemenang akan diumumkan tanggal 13 November 2018

Akan ada ENAM PEMENANG: SATU PEMENANG yang akan mendapatkan buku yang bertanda tangan penulis dan LIMA PEMENANG yang masing-masing akan mendapatkan voucher diskon 20% pembelian novel Yorick ini di website http://www.yorick.id (kalo beli di website tersebut dan mendaftarkan kode uniknya, nanti kode unik tersebut akan diundi untuk mendapatkan kesempatan jalan-jalan ke Rusia bersama penulisnya, Mbak Kirana Kejora. Voucher berlaku mulai akhir November hingga filmnya tayang di bioskop). Hadiah akan langsung dikirimkan oleh penerbitnya… ;)

Silahkan tebar garam keberuntungan dan merapal jampi-jampi buntelan yaaa… ‎(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)!

Share this post:

Related Posts

Comments are closed.

View My Stats