[Blog Tour] Sajak Rindu —————- GIVEAWAY!!!!

Judul Buku : Sajak Rindu
Penulis : S.Gegge Mappangewa
Penerbit : Indiva Media Kreasi
Tebal : 296 Halaman

“Di balik dadanya yang membenci dan merindu, terbangun tanggul raksasa untuk sesamudera air mata yang tak ingin diperlihatkan debitnya pada siapa pun.”



Inilah kisah Vito, seorang remaja Bugis dari Desa Pakka Salo dalam mengemban rindu.

----------------

"Dunia ini sangat luas, Fan! Kita bisa membuat sayap sendiri untuk terbang. Jangan takut bermimpi! Silahkan mengkhayal yang tinggi-tinggi. Khayalan itu yang akan membuatmu untuk berpikir bagaimana cara menumbuhkan sayap-sayapmu. Jangan takut terbang!" (Halaman 114)

Sajak Rindu adalah novel pertama penulis yang kubaca. Novel ini mengisahkan mengenai kehidupan Vito, seorang remaja dari Desa Pakka Salo. Vito hanya hidup bersama mama dan kakeknya. Sudah beberapa tahun dia tidak melihat ayah dan saudara kembarnya, Vino.

Dari hari ke hari, Vito hanya bisa memendam rindunya terhadap kedua orang yang paling dicintainya itu. Komunikasi sudah lama terputus, bahkan Vito tak tahu keberadaan dan kabar baik ayahnya maupun adiknya itu.  Vito ingin sekali bertanya kepada mama dan kakeknya, tapi mereka tetap bungkam dan tidak mau menceritakan apapun kepadanya.
"Orang yang pesimis tak akan pernah bisa berhasil. Sementara orang yang optimis, meskipun itu optimis dengan mimpi yang semua orang menganggapnya aneh, suatu saat akan berhasil. Kalaupun gagal, apa salahnya? Daripada tak pernah mencoba? Tugas kita hanya bermimpi, berusaha, dan berdoa. Tugas terberat adalah mengabulkan mimpi itu tapi itu tugas Allah. Tak ada yang berat bagi-Nya." (Halaman 116)
Mungkin Vito tidak akan memendam kerinduan seperti ini jika ayah maupun adiknya sudah meninggal, nah ini kejelasan akan kabar mereka pun tidak didapatkannya. Bagi mama dan kakeknya, ayahnya sudah meninggal sejak dia membawa Vino pergi dari Pakka Salo. Vito dianggap masih terlalu muda untuk mengetahui konflik sesungguhnya yang dihadapi keluarganya. Hal yang membuat mama dan kakeknya begitu membenci ayahnya, bahkan namanya pun sudah tidak pernah disebut sekian tahun berlalu.

Tanpa diketahui Vito, ada rahasia besar yang disimpan mama dan kakeknya, tentang kisah perjuangan cinta mama dan ayahnya, yang melibatkan seluruh keluarga besar bahkan masyarakat Pakka Salo. Sayangnya, ayahnya tidak bisa menghargai itu.

Di samping itu, Vito hanyalah remaja biasa. Dia masih bersekolah di sebuah SMP yang hanya berisi 9 murid termasuk dirinya. Guru yang mengajar pun hanya Bu Maulindah dan Pak Amin, yang begitu sangat mereka hormati. Kedekatan Vito dan teman-temannya itu pun dengan Pak Amin, bukan lagi sekedar hubungan guru dan murid saja, bahkan mereka sudah sangat dekat seperti keluarga. Mereka sering menghabiskan waktu menginap dan memasak bersama di akhir pekan dan itu sudah menjadi agenda rutin.

Akankah rindu Vito bisa terpenuhi dengan bertemu Vino dan ayahnya? Ada rahasia apa dibalik kepergian ayah Vito dan Vino?
"Fan, lelaki Bugis dilahirkan untuk menjadi anak rantau. Kamu jangan menyerah pada bukit dan gunung yang membatasi Bukkere dan Pakka Salo. Dunia ini sangat luas, Fan! Terlalu disayangkan jika kamu hanya bisa berjalan dan berlari tanpa pernah bisa melompat apalagi terbang." (Halaman 116)
Membaca halaman awal novel ini, jujur aku harus membaca secara perlahan-lahan untuk mengetahui jalan ceritanya. Malah aku sempat ingin berhenti saja di tengah jalan, karena aku agak bingung dengan banyaknya tokoh yang hadir dan sebenarnya fokus cerita akan kemana. Tetapi perlahan-lahan setelah aku mulai bisa memahami kisah Sajak Rindu ini, aku dibuat larut dengan kisahnya dan sulit rasanya untuk berhenti hingga akhir.

Novel ini sebenarnya sederhana, mengisahkan mengenai kehidupan seorang remaja bernama Vito dengan segala kerinduannya terhadap sosok saudara kembar dan ayahnya. Kerinduan yang kadang-kadang menyiksa dirinya, apalagi jika dia sedang sendiri. Vito pun sulit untuk mengungkapkannya. Ingin bercerita kepada mama dan kakeknya pun dia tahu tidak akan berhasil, karena mereka begitu menutup rapat perihal kepergian ayahnya bersama Vito.

Vito memang menjadi tokoh sentral dalam novel ini, tetapi tokoh-tokoh pendukung lainnya pun punya perannya masing-masing yang menjadikan novel ini menjadi satu kesatuan yang utuh. Kita akan diajak kembali ke masa lalu, melihat kisah asmara ayah dan mama Vito hingga alasan kenapa mereka harus berpisah. Kisah yang jujur sungguh mengejutkan dan menyesakkan sekali, membuatku membenci ayah Vito.

Semakin lama membaca aku semakin penasaran akankah Vito akhirnya bertemu dengan ayah dan Vino, saudara kembarnya. Hingga akhirnya rasa penasaranku terjawab menjelang bab-bab terakhir. Penantian yang seharusnya menjadi dramatis, tetapi aku cukup menyayangkan bahwa endingnya akan seperti ini. Jujur aku membutuhkan sebuah akhir yang lebih jelas akan kisah Vito, sayangnya penulis sengaja membuat pembaca menyimpulkan sendiri akhir dari kisah Sajak Rindu.

Hal yang paling kusukai dalam novel ini adalah penulis memasukkan mengenai kehidupan Suku Bugis dengan segala adat dan kepercayaan yang selama ini dipercayai. Membuatku lebih memahami dan lebih banyak informasi tentangnya. Jujur, walaupun aku masih keturunan Suku Bugis dari pihak ayah, aku tidak terlalu banyak mengetahui mengenai adat maupun kepercayaan yang diceritakan dalam novel ini. 

Mungkin karena ayahku adalah seorang suku Bugis yang sudah lama merantau. Tetapi memang ada hal-hal seperti setiap anak Suku Bugis punya saudara kembar seekor reptil yang sama-sama lahir dengannya hingga pernikahan dalam Suku Bugis sendiri. Membaca novel ini benar-benar memanjakanku akan hal-hal yang sama sekali belum kuketahui, aku jadi banyak belajar bahasa Bugis dalam novel ini. Hal yang menarik sekali.

Kamu mencari sebuah kisah sederhana dengan setting lokal yang kental, apalagi kalau kamu tertarik mengenal Suku Bugis lebih jauh, aku rekomendasikan novel ini untuk kamu baca.

Secara keseluruhan, novel ini tidak hanya mengisahkan tentang kerinduan saja, tetapi ada persahabatan, cinta, kepercayaan dan impian yang wajib dimiliki setiap orang. 

Semoga kisah sederhana ini bisa menginspirasimu....
"Mulai hari ini, kamu harus punya cita-cita. Orang yang paling kerdil adalah orang yang tak punya cita-cita. Seandainya rumput bukit ini punya cita-cita, dia tidak akan membiarkan dirinya mengering meski diterjang kemarau berkepanjangan." (Halaman 116)

-----------------GIVEAWAY TIME----------------


Aku punya 1 eks gratis novel Sajak Rindu untuk 1 (satu) orang yang beruntung. Caranya: 

1. Peserta memiliki alamat pengiriman di Indonesia. 

2. Follow media sosial kami: 



3. share info GA ini di twitter dengan mention @RizkyMirgawati  @GeggeMappangewa
 dan @penerbitindiva sertakan hastag #SajakRinduGegge

4. Follow blog ini via GFC, Google+ atau email 

5. Jawab pertanyaan di kolom komentar, dengan format nama, akun twitter, link share, kota tempat tinggal dan jawabanmu:

"Siapa orang yang paling kamu rindukan saat ini dan ingin sekali kamu temui?"

6. Giveaway ini akan berlangsung mulai hari ini sampai tanggal 13Februari 2017

Semoga beruntung!!!!!!

********UPDATE*********

Saatnya memilih 1 (satu) nama yang beruntung, dan dia adalah:

Siti Nihlatul Fuadah / @nihlahfuadah09

Selamat buat pemenang, silahkan DM aku di twitter Nama, Alamat Lengkap dan No.hp yang bisa dihubungi untuk pengiriman hadiahmu ya :)

Share this post:

Related Posts

Comments are closed.

View My Stats