Baca Bareng – Agustus 2019


Semenjak pindah dari Kota Pahlawan ke ibukota Jakarta, mencari teman-teman yang satu frekuensi rasanya membutuhkan usaha lebih. Dulu di Surabaya, aku bisa tinggal mengontak beberapa orang dan mengajak mereka bertemu, membicarakan tentang dunia buku atau ide-ide besar kami atau sekadar menghabiskan waktu bersama dengan membaca. Sama-sama menikmati bacaan tapi pada waktu dan tempat yang sama juga.

Ketika berada di Jakarta, meski sudah pindah sejak tahun 2016 tetapi barulah pada tahun 2019 aku memiliki waktu dan kesempatan untuk mengikuti klub buku. Waktu itu berniat untuk hadir dalam Jakarta Book Club monthly meetup. Dihelat di kafe Perpustakaan Nasional pada siang hari, aku berpikir mengapa tidak memanfaatkan satu-dua jam awal untuk membaca buku saja. Semakin dipikir, semakin aku memiliki ide untuk mengajak orang lain (waktu itu baru follower ku di media sosial) untuk baca buku sama-sama. Meskipun pada percobaan pertama ini, baru satu orang saja yang muncul dan bersedia "menemani."

Beberapa waktu yang lalu, kak Paramita Mohamad melalui akun Twitter-nya berbagi tautan artikel dari NPR tentang silent book club. Belakangan, aku baru tahu kalau hal serupa sudah pernah aku lakukan di bulan Februari tahun ini. 

Yap, aku pernah mengadakan Baca Bareng di bulan Februari
Rindu juga, pikirku saat itu, untuk melakukan hal yang sama. Dalam artikel tersebut kurang lebih dituliskan bahwa sebuah klub buku tidak melulu tentang berkumpul dan membahas sesuatu secara tematik. Untuk mereka yang introvert namun tetap ingin bersosialisasi tanpa ada kewajiban untuk berbicara banyak, a silent book club mungkin bisa menjadi alternatif kegiatan. Mereka hanya perlu datang, duduk dan membaca buku yang mereka bawa. Ada sebuah perasaan yang berbeda ketika membaca buku bersama-sama (meski dengan orang asing sekalipun) di ruang publik (maksudnya di luar perpustakaan dan taman baca). 

Dengan ide yang serupa dari artikel NPR itu, aku mencoba sedikit mengadaptasinya. Syukur-syukur jika ternyata ada banyak yang hadir. Jengjeng!



Tidak perlu malu untuk membaca di ruang publik. Membaca genre apapun, juga tidak masalah. Dalam format yang beragam juga lebih baik. Sekali-kali kita memperlihatkan bahwa kegiatan membaca tidak melulu soal buku fisik. Mungkin, ada salah satu dari kita yang membaca melalui e-book reader (Kindle atau Kobo atau Nook), melalui handphone, atau melalui audio book. Tidak masalah. 

Kegiatan Baca Bareng kali ini akan kubuat berbeda dengan edisi Februari (padahal cuma seorang yang datang ketika itu). Satu jam pertama (pukul 10:00 - 11:00 WIB), mari kita membaca buku dengan tenang. Dengan cara kita masing-masing. Satu jam berikutnya (pukul 11:00 - 12:00 WIB) silakan mengajak berbincang seseorang yang hadir juga di Baca Bareng. Silakan bicarakan tentang buku yang tengah kalian baca. Apakah tentang isi bukunya, atau perasaan kalian ketika membaca buku itu. Sebab, aku tahu, ketika kita suka (bisa juga sebaliknya) dengan bacaan yang sedang kita baca, memiliki seseorang yang mau mendengar ungkapan atau opini kita akan jauh lebih baik. Ya kan?

Ohiya, Baca Bareng bulan Agustus ini sengaja kuadakan bersamaan dengan Jakarta International Literary Festival hari terakhir. Lokasi Baca Bareng juga terletak di Starbucks Menteng Huis (jangan lupa bawa Tumblr kalian ya!) sehingga selepas dari Baca Bareng, kita bisa mampir ke Taman Ismail Marzuki untuk ikut meramaikan JILF. Sounds fun, doesn't it?

Untuk mengetahui agenda di tanggal 24 Agustus, silakan mampir ke Instagram @JILFIndo ya

Bagaimana? Bersedia ikut kan?
Untuk pertanyaan, silakan colek aku di Twitter (@hzboy) atau lewat Instagram (@hzboy1906). 
Sama seperti acara ulang tahun, tiada kesan tanpa kehadiranmu.

XOXO

Share this post:

Related Posts

Comments are closed.

View My Stats