#576 Srimenanti [Reviewed by Yudha]


Joko Pinurbo mengeluarkan novel. Kabar ini membuat saya mengantisipasi novel karya seorang Joko Pinurbo yang lebih terkenal sebagai penyair. Saya sendiri menyukai puisi-puisi beliau, dan beberapa buku kumpulan puisi beliau sudah saya baca. Tapi novel adalah perkara lain. Saat novel Srimenanti hadir di Gramedia Digital, saya langsung membacanya. 

Kali ini bukan saya yang akan mengulasnya. Ada seorang pembaca cilik dari Jogja yang akan mengulasnya bersama dengan saya. Namanya Yudha Lantang (8 tahun), putra dari seorang blogger buku, Nurina. Hebatnya Yudha hadir saat peluncuran perdana novel ini di Jogja tempo lalu. Jadi, ulasan novel ini akan hadir dalam bentuk tanya jawab bersama Yudha.


Hai Yudha…, kenalan dulu dong. Nama lengkapnya siapa, dan sudah kelas berapa?
Hai... Namaku Yudha Lantang Basunjaya, sekarang aku kelas 2 SD Negeri di Yogyakarta.

Kata Ibu, Yudha suka baca buku juga ya? Buku favorit Yudha apa?
Aku suka buku-buku detektif dan misteri petualangan. Kadang horor juga suka sih. Buku yang paling kusuka judulnya Nimona. Bukunya dari Om Raafi. Baca Nimona enak cepat selesai, kalau baca buku yang tulisan semua selesainya agak lama. Tapi tetap suka juga sih.

Eh, Yudha sudah baca Srimenanti karya Joko Pinurbo ya… gimana menurut Yudha ceritanya 
Srimenanti?
Ceritanya kayak es campur. Ada eltece, ada asu, ada banyak benda warnanya biru. Banyak kata-kata yang aku nggak ngerti dan harus buka KBBI atau tanya ibuk. Ada dua orang yang bercerita di buku itu, srimenanti dan mas penyair. Srimenanti waktu kecil bapaknya hilang, nggak pulang lagi, mungkin diculik. Kasihan dia mungkin masih menunggu bapaknya pulang. Kata ibuk dulu orang-orang yang berani sama pemerintah suka tiba-tiba hilang. Diculik dan disiksa sampai berdarah-darah, kayak eltece. Di buku itu juga sering muncul asu. Ibuk bilang sekarang orang nggak lagi menyapa pakai asu, tapi pakai cebong dan kampret. Mungkin sebaiknya orang kembali menyapa satu sama lain pakai asu. Biar akrab kayak bapaknya mas penyair. Buku itu juga banyak potongan puisi. Ibuk sudah janji mau mencarikan semua puisi lengkapnya buat kubaca.

Wuih... Seumuran Yudha sudah bisa menangkap inti dari Srimenanti. Saya aja yang membacanya awalnya bingung. Tapi yah...kalau diikutin bisa paham juga sih. Saya sih lebih suka puisi-puisinya daripada novelnya.  Btw, Yudha suka puisi nggak? Pernah baca puisinya Joko Pinurbo?
Suka. Di sekolah sering disuruh bikin puisi sama bu guru. Pernah dibacakan beberapa puisinya Joko Pinurbo sama ibuk. Aku suka mendengar ibuk baca puisi. Isi puisinya lebih aneh daripada puisi-puisi yang di majalah.

Huahaha...puisi ibuk aneh ya. Ibukmu memang nganu nak.... #ups. Jadi, Yudha punya pesan nggak untuk pembaca yang mau membaca novel Srimenanti?
Apa ya? Om Joko Pinurbo bilang kalau baca Srimenanti pembaca bebas menafsirkannya sesuai pikiran masing-masing. Belum tentu sama antara pembaca satu dan yang lain. Jadi harus membaca sendiri biar bisa menafsirkan srimenanti sendiri.

Ibunya Yudha kan juga suka baca tuh… sering nggak baca buku-buku yang dibeli sama Ibu?
Sering. Ibuk suka cerita hal menarik dari buku yang sudah ibuk baca. Kadang-kadang buku horor kadang-kadang buku petualangan. Kalau aku penasaran sama cerita ibuk aku jadi kepengen ikut baca. Aku dibolehkan baca bukunya bebas yang mana saja. Karena ibuk gak selalu beliin aku buku. Aku cuma dibelikan buku kalau ulang tahun, nilai raporku bagus, selesai satu juz, renangku bagus, bisa menebak pelaku kasus dari buku yang kubaca, atau pas menang tanding.

Btw, Yudha punya akun Goodreads nggak? 
Akun goodreadsku namanya Yudha Lantang. Ada juga hestek #bacaanyudha di instagram. Pengen punya instagram sendiri tapi belum boleh sama ibuk 😀😀

Hehe... ibukmu ntar kalah tenar sama kamu kalo kamu punya akun instagram. Saya sempat nggintip bacaan Yudha, keren-keren lho. Terima kasih ya Yudha... sudah mau mengulas Srimenanti di blog ini. Senang sekali bisa mengenal seorang pembaca cilik yang juga mencintai buku. Ayo temanan sama Yudha di Goodreads ya.

Srimenanti
Joko Pinurbo
144 halaman
Gramedia Pustaka Utama
April, 2019


Share this post:

Related Posts

Comments are closed.

View My Stats