3 Genre yang Ingin Dibaca di Tahun 2017


Mengaku-aku sebagai seorang bookdragon, padahal genre yang sudah dibaca masih itu-itu saja. Aku suka terlalu lama tenggelam pada satu genre tertentu kalau sudah terlanjur suka. Mendalaminya hingga benar-benar bosan dan mencar alternatif bacaan yang lain. 

Kurang bijak sih sebenarnya. Sebab, aku jadi kurang memiliki sudut pandang yang cukup lebar (wide view). Padahal, salah satu cara untuk memahami manusia ya melalui buku kan? 

Jadi, dalam tulisan kali ini, aku akan memberi tahu kalian 3 genre yang belum pernah dan ingin aku baca.


1. Fotografi
Lucu sih bagaimana aku sendiri bahkan belum pernah membaca buku genre Art. Terutama dengan sub-genre Fotografi. Apalagi mengingat kalau pacarku sendiri adalah seorang fotografer lepas dan punya beberapa koleksi buku fotografi. 

Aku juga pernah terlibat dalam pembuatan buku fotografi yang sifatnya tertutup (maaf ya, belum bisa dipublikasikan). Tapi itu bagiku tidak bisa dianggap sebagai membaca. Buku fotografi sesederhana milik Humans of New York saja aku belum pernah. 

sumber
Mengapa belum pernah? Mungkin salah satu faktornya adalah karena aku sendri belum menemukan mood yang tepat. Buku fotografi seperti Humans of New York memang fancy. Terlihat mudah utuk dihabiskan dalam sekali duduk. Tapi kalau tidak memiliki keinginan untuk membacanya, ya susah juga.

2. Graphic Novels
Ini juga genre yang sebenarnya dekat dengan kehidupanku. Adikku yang paling kecil adalah seorang desainer grafis. Tentu dirinya memiliki beberapa buku yang merupakan referensi atas apa yang menjadi latar belakang studinya tersebut. Katakanlah, di lemari bukunya ada novel grafik Twilight. 

Sayangnya, aku saat itu belum memiliki keinginan sesederhana untuk memulai membacanya. Bahkan untuk menyentuh dan sekedar membuka-buka saja, aku belum ada dorongan. Padahal kata adikku art work-nya juga tidak buruk. 

sumber
Sebenarnya ada satu judul lagi yang direkomendasikan oleh teman-temanku. Yakni Adulthood is a Myth. Buku super ringan yang membahas tentang menjadi orang dewasa. Sama saja. Aku belum ada niatan untuk memulainya sama sekali.

3. Erotica
OKE. OKE. TENANG DULU.

Untuk pembaca buku awam, mungkin membaca poin ketiga ini akan menjadi kaget. Tapi, bagi sesama bokdragon, membaca buku erotica sebenarnya sama saja dengan membaca buku genre yang lain. Ambil kata, membaca 50 Shades of Grey yang fenomenal tersebut. Beberapa orang akan merasa bahwa memabca judul tersebut sama dengan membaca novel fiksi lain.

sumber
Mengapa kok belum mulai baca? Aku merasa aneh ketika membaca erotica. Jangankan yang seperti itu, dalam novel saja jika ada bagian adegan dewasa aku selalu melompatinya. Aku sendiri merasa belum waktunya untuk membaca buku-buku seperti itu (padahal usia sudah 23 tahun). 

Iya, aku pernah membaca beberapa halaman dari 50 Shades of Grey. Tapi aku tidak betah dan memutuskan untuk mengakhirinya.

---

Itulah ketiga genre yang belum pernah aku baca & semoga bisa terbaca tahun ini. Bagaimana denganmu?

Share this post:

Related Posts

Comments are closed.

View My Stats