17 Years of Love Song by Orizuka


justaveragereader.blogspot.com
Ebook 274 pages 
Published by Puspa Swara 2015 
Rating : 2,5 

Sebenarnya saya kurang suka dengan model cerita dengan prolog yang nyaris menggambarkan akhir kisah. Selebih ceritanya ya tentu saja akan bercerita tentang bagaimana kisah akhir di prolog ituterjadi. Leo masih berusia 17 tahun ketika ia pertama kali bertemu dengan Nana. Perceraian orangtuanya yang membuat Leo harus ke kampung halaman ibunya dan melanjutkan sekolahnya. Apa yang bisa diharapkan dari kampung kecil dari seorang Leo yang mengangankan menjadi atlet baseball Nasional? Nyaris tidak ada. Kecuali setelah pertemuannya dengan seorang gadis.

Nana, si kembang desa, mengalami kisah yang kurang mujur dengan kecelakaan yang membuatnya harus duduk di kursi roda. Jam istirahatnya di sekolah hanya ia isi dengan tidur-tiduran di lapangan belakang sekolah. Di sanalah ia kemudian bertemu Leo yang tidak menyukai keramaian. Mereka berdua seolah dipertemukan untuk saling mengisi hari-hari mereka berdua. Sayangnya, Leo harus pergi dari kampung halamannya demi cita-cita. Sementara Nana sepeninggal Leo justru mengalami kisah yang lebih pahit lagi. Dia juga harus meninggalkan kampung halamannya dan tinggal bersama paman dan bibinya.

5 tahun berlalu.

Cinta mereka tak luntur karena waktu. Akhirnya mereka bertemu kembali dalam suasana berbeda. Leo menjadi cowok kampus dan calon atlet baseball handal, sementara Nana masih tetap di kursi roda, penjaga kios bunga. Jadi apakah mereka akhirnya akan bersatu?

Hmmmmm... Karena sudah dijelaskan di prolog, jelaslah mereka akan bersatu.
Tapi drama belum selesai.

Seperti biasa dari kisah-kisah dari Orizuka, selalu manis namun dengan mudah ditebak. Konfliknya terlalu ringan untuk disebut konflik, terutama di bagian perpisahan Leo-Nana di awal kisah. Judulnya yang menyebutkan 17 Years of Love Song, saya pikir bakal ada lagunya. Entah lagu ciptaan Nana yang pernah dia kirim untuk mading sekolah. Atau lagu lainnya. Tapi ternyata hanya 17 years of love saja kiranya ☺☺☺ para karakter disini seperti diciptakan untuk menjadi sangat manis pada Nana dan Leo. Dari mulai cewek yang naksir Leo di sekolahnya dulu, hingga si sepupu yang naksir Nana. Semua berakhir tanpa konflik yang dramatis. Enak sih cerita macam gini. Cuma ya kurang greget aja. Dunia baseball Leo juga macam tempelan saja. Penyakit yang diderita Nana ya hanya untuk menggambarkan bahwa Nana, meski cacat, masih memiliki hati yang lengkap. Benar-benar hanya kisah cinta Leo dan Nana. 😏

Penyebutan nama non karakter utama disini, saya rasa agak mengganjal. Ibu Leo bernama Asti, hanya disebutkan Asti saja. Demikian juga dengan orangtua Nana. Nama-nama guru juga disebutkan sekedar nama saja. Saya ngga tau kaidah penyebutan nama orangtua dan guru di sebuah novel. Biasanya sih ada penyebutan ibu atau bapak. Saya yang membaca novel ini bergantian dengan novel terjemahan Jepang, terkadang kudu mikir dulu, ini kira-kira siapa ya? Guru atau teman Leo di sekolah? Entahlah, sepertinya saya kudu membaca akidah penulisan dulu deh hehehe...

Secara keseluruhan, bacaan ringan ini lumayan menambah jumlah buku bacaan di rak Goodreads. Selain itu, ya ngga ada. Sorry to say. Mungkin saya yang ketuaan saja membaca novel jenis teenlit begini. Ada banyak novel sicklit lainnya yang lebih bikin 'sakit hati' dan informatif tentang penyakit atau topik yang menjadi latar belakang karakter. Misalnya saja novel sicklit yang pernah saya baca, If I Stay, si karakteer memiliki latar belakang musik klasik. Si pembaca jadi tau sedikit banyak tentang musik klasik. Demikian juga dengan Five Feet Apart yang baru-baru ini saya baca. Ada banyak informasi seputar penyakit yang diderita para karakter disini. Mungkin karena penyakit yang diderita Nana bukan penyakit yang serius ya? Tapi yah, saya yang terlalu banyak berharap dari novel ini sih. ☺☺☺ 

Share this post:

Related Posts

Comments are closed.

View My Stats